Hujan abu dan asap yang menyertai erupsi gunung berapi atau kebakaran hutan dapat menurunkan jarak pandang dan membahayakan keselamatan pengendara. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi mereka yang tetap harus berkendara di luar ruangan. Pasalnya, partikel abu yang halus dapat mengganggu pernapasan dan mengotori kaca kendaraan, sementara asap tebal membuat jalan sulit terlihat.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menutup seluruh celah pada kendaraan, termasuk kaca jendela dan ventilasi. Gunakan mode sirkulasi udara internal pada AC agar partikel abu dan asap tidak masuk ke dalam kabin. Jika memungkinkan, aktifkan pula fitur penyaring udara yang tersedia pada beberapa mobil untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu utama meski pada siang hari. Jarak pandang yang terbatas membuat waktu reaksi menjadi lebih lambat, sehingga menjaga jarak aman dengan kendaraan lain sangat diperlukan. Hindari pengereman mendadak dan selalu gunakan lampu sein saat berpindah jalur agar pengendara lain dapat melihat posisi kendaraan.
Selain itu, bersihkan kaca depan dan spion secara berkala menggunakan lap basah. Abu yang menempel dapat mengganggu pandangan dan menyebabkan kecelakaan. Jika abu tebal, gunakan wiper dengan cairan pembersih yang sesuai. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi wiper sebelum berangkat, karena wiper yang aus tidak akan membersihkan kaca secara maksimal.
Bagi pengendara motor, gunakan masker dan pelindung mata seperti kacamata. Hindari mengenakan jaket berbahan longgar yang bisa berkibar dan mengganggu pandangan. Pastikan juga kondisi mesin kendaraan dalam keadaan baik, terutama filter udara, karena abu dapat menyumbat filter dan menyebabkan mesin cepat panas. Jika memungkinkan, gunakan helm dengan visor yang tertutup rapat.
Jika hujan abu sangat deras dan jarak pandang sangat terbatas, sebaiknya berhenti di tempat yang aman seperti rest area atau pinggir jalan yang tidak membahayakan. Nyalakan lampu hazard dan tunggu hingga kondisi membaik. Jangan memaksakan diri karena risiko kecelakaan meningkat drastis. Pastikan juga bahan bakar cukup untuk berhenti dalam waktu yang tidak menentu.
Terakhir, pantau terus informasi dari pihak berwenang seperti Badan Geologi, BMKG, atau kepolisian mengenai arah sebaran abu dan asap. Hindari melintasi area yang terdampak parah jika tidak ada keperluan mendesak. Setelah berkendara, segera bersihkan kendaraan dari abu yang menempel untuk mencegah kerusakan pada cat dan mesin. Dengan menerapkan tips-tips tersebut, pengendara dapat mengurangi risiko dan tetap merasa nyaman saat berkendara di tengah kondisi hujan abu dan asap.


