Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) susulan dilaporkan menimpa 869 pekerja PT APF di Kendal, Jawa Tengah. Kabar ini menjadi sorotan di tengah kondisi ketenagakerjaan yang masih penuh tantangan.
Menanggapi hal tersebut, Staf Presiden Said Iqbal berjanji akan melaporkan langsung permasalahan ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Janji ini disampaikan sebagai bentuk respons atas kekhawatiran para pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan.
PHK susulan ini tentu menjadi pukulan berat bagi para pekerja dan keluarga mereka. Di banyak daerah, PHK sering kali berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan memicu masalah sosial lainnya.
Langkah Said Iqbal untuk melapor ke presiden diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus ini. Sebagai staf presiden, ia memiliki akses untuk menyampaikan aspirasi pekerja langsung ke pimpinan tertinggi negara.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PT APF mengenai rencana PHK tersebut. Namun, para pekerja berharap agar ada upaya penyelesaian yang mengutamakan dialog dan tidak merugikan hak-hak mereka.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan tenaga kerja masih menjadi isu penting yang perlu perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun pengusaha.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan PHK akan dilakukan. Para pekerja menunggu tindak lanjut dari janji Said Iqbal untuk melapor ke Prabowo, dengan harapan ada solusi terbaik bagi semua.


