• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banyumas

Scouting Skill Competition 2026 Digelar di Banyumas untuk Tingkatkan Kompetensi Pembina Pramuka

by Renae Browning
Agustus 23, 2026
in Banyumas
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas menggelar Scouting Skill Competition (SSC) 2026 di Bumi Perkemahan Kendalisada, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pembina Pramuka yang telah berkualifikasi Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) dari berbagai kwartir ranting. Dengan mengusung semangat “Pembina Banyumas Kompeten, Tangguh, dan Berkarakter”, SSC 2026 dirancang untuk menguji keterampilan, memperluas pengalaman, serta memperkuat kesiapan pembina dalam membina peserta didik di gugus depan masing-masing.

SSC 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk menentukan pemenang, melainkan bagian dari proses pengembangan kompetensi pembina setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepramukaan. Sebelumnya, Kwarcab Banyumas telah menggelar Pertemuan Teknik Materi (TM) SSC pada 6 Agustus 2026 yang diikuti perwakilan kwartir ranting. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi mengenai materi, mekanisme, serta teknis pelaksanaan kompetisi, sehingga setiap peserta memiliki bekal pemahaman yang setara sebelum menghadapi tantangan di lapangan.

Beragam materi keterampilan kepramukaan disiapkan untuk menguji kemampuan peserta secara menyeluruh. Para pembina tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui praktik. Materi yang diberikan meliputi kehumasan, karang pamitran, memasak rimba, pionering, serta pengetahuan kepramukaan. Selain itu, peserta menghadapi tantangan penjelajahan dan navigasi lapangan, termasuk Morse dan Semaphore, sandi Pramuka, peta pita, peta perjalanan, hingga jalur halang rintang. Setiap tantangan membutuhkan ketelitian, kecepatan berpikir, kreativitas, kekompakan, dan kemampuan mengambil keputusan.

Semangat mengikuti SSC tidak berhenti pada keinginan memperoleh predikat juara. Para pembina didorong menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan diri sekaligus menemukan hal baru yang dapat diterapkan di pangkalan. “SSC bukan hanya tentang siapa yang paling unggul dalam perlombaan, tetapi bagaimana setiap pembina memperoleh pengalaman, keterampilan, dan wawasan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pembinaan di pangkalannya,” demikian semangat yang menjadi ruh penyelenggaraan kegiatan. Dengan pola tersebut, kompetisi menjadi sarana evaluasi sekaligus pengembangan kapasitas pembina secara nyata.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun karakter yang dibutuhkan dalam pembinaan generasi muda. Setiap peserta dituntut menunjukkan disiplin, mampu bekerja sama dalam tim, teliti menyelesaikan tugas, kreatif mencari solusi, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan. Nilai-nilai tersebut berkaitan erat dengan pendidikan kepramukaan yang menempatkan pembina sebagai figur penting dalam membentuk karakter peserta didik. “Pembina yang kompeten akan lebih siap memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada anak didik. Karena itu, keterampilan yang diperoleh harus dibawa pulang dan diimplementasikan dalam kegiatan kepramukaan di gugus depan,” menjadi pesan penting yang mengiringi pelaksanaan SSC 2026.

Kehadiran pembina dari berbagai kwartir ranting membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai metode latihan, permainan kepramukaan, teknik pembinaan, pengelolaan kegiatan, hingga cara menghadapi berbagai karakter peserta didik. Interaksi antarpembina diharapkan mampu memperluas jejaring sekaligus memperkuat persaudaraan dalam Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas. Dalam suasana tersebut, kemenangan tidak hanya dimaknai sebagai perolehan nilai tertinggi, tetapi juga sebagai keberhasilan membawa pulang pengetahuan yang bermanfaat luas. Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” menjadi relevan: keterampilan yang diperoleh bukan untuk disimpan sendiri, melainkan diabdikan bagi kemajuan pembinaan Pramuka dan generasi muda.

Melalui SSC 2026, Kwarcab Banyumas menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pembina sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan kepramukaan. Dari Bumi Perkemahan Kendalisada, para pembina ditempa untuk semakin percaya diri, tangguh menghadapi tantangan, terampil menyelesaikan persoalan, serta mampu bekerja secara kolaboratif. Setelah kompetisi berakhir, pengalaman tersebut diharapkan diteruskan ke masing-masing pangkalan sehingga memberikan dampak nyata terhadap proses pembinaan peserta didik. Pada akhirnya, SSC bukan sekadar tentang piala, peringkat, atau kemenangan, melainkan tentang bagaimana setiap langkah pembina hari ini mampu melahirkan generasi Pramuka Banyumas yang mandiri, berkarakter, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Unsoed Purwokerto Ganti Empat Wakil Rektor Usai OTT KPK

2 minggu ago

Pramuka Peduli Kwarran Gumelar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk 80 KK di Desa Tlaga

2 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In