Ribuan warga memadati sepanjang jalan utama Desa Pekuncen untuk menyaksikan Karnaval Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Pawai yang dilepas sekitar pukul 10.30 WIB dari depan Gedung Olahraga (GOR) Sawunggaling ini berakhir di Lapangan PJKA Desa Pekuncen. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan panjang, namun atmosfer perayaan tetap meriah dan tertib.
Berdasarkan perkiraan panitia, tidak kurang dari 5.000 orang—terdiri atas peserta karnaval dan warga penonton—tumpah ruah memadati arena acara. Seluruh elemen masyarakat dari berbagai RT/RW serta satuan pendidikan di Desa Pekuncen turut mengirimkan kontingen terbaiknya. Kemacetan yang terjadi menjadi bukti tingginya animo warga dalam menyambut hari bersejarah bangsanya.
Panitia penyelenggara mengangkat tema sentral “Sumber Daya Manusia”. Tema tersebut diwujudkan melalui beragam atraksi kebudayaan, busana kreatif, serta unjuk potensi lokal yang ditampilkan para peserta didik dan masyarakat umum. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan tahunan, tetapi juga wahana strategis untuk mengeksplorasi kreativitas, memperlihatkan kapasitas daya saing, dan mengobarkan semangat gotong royong warga Pekuncen.
Sejumlah pejabat publik dan tokoh penting wilayah turut menghadiri langsung kemeriahan parade ini. Di antaranya tampak hadir Camat Pekuncen, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para tokoh masyarakat senior, serta jajaran kelembagaan desa lainnya. Kehadiran mereka memperkuat sinergi dan menambah nilai sakral dari puncak peringatan kemerdekaan di tingkat perdesaan.
Kepala Desa Pekuncen, Saefudin, S.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah meluangkan waktu dan energi untuk menyukseskan acara ini. Menurutnya, partisipasi aktif warga merupakan bukti nyata bahwa ikatan sosial di pedesaan masih terjalin kokoh. “Momen ini bukan untuk mencari siapa yang paling bagus dan siapa yang tidak bagus, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita memupuk kebersamaan, keguyuban, dan rasa persaudaraan seluruh warga Pekuncen,” ungkap Saefudin di sela-sela acara.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Karnaval, Guntur Danang S., mengucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh tim kerja dan panitia lapangan yang bekerja ekstra keras dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. “Tidak ada pribadi yang hebat, namun yang ada adalah tim yang solid,” tegas Guntur. Ia menambahkan bahwa kelancaran acara merupakan buah manis dari kerja sama yang padu antara panitia, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan dukungan penuh warga desa.
Perhelatan Karnaval HUT ke-81 RI di Desa Pekuncen meninggalkan pesan mendalam bagi semua elemen yang terlibat. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremoni atau ajang hura-hura tahunan, melainkan sarana konsolidasi sosial untuk memperkuat persatuan, melestarikan nilai gotong royong, merayakan keberagaman kreativitas, serta menggembleng kualitas sumber daya manusia demi kemajuan Desa Pekuncen di masa depan.


