Petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memiliki beragam cara untuk mengusir hama tikus yang kerap menyerang sawah. Salah satu siasat yang dilakukan adalah membuat tiruan ular dan membunyikan petasan di area persawahan.
Hama tikus menjadi ancaman serius bagi tanaman padi, terutama saat musim tanam. Untuk mengatasinya, para petani tidak hanya mengandalkan pestisida, tetapi juga cara-cara tradisional yang dianggap efektif. Tiruan ular biasanya dibuat dari bahan sederhana seperti kertas atau plastik, kemudian dipasang di pematang sawah untuk menakut-nakuti tikus.
Selain itu, suara petasan juga digunakan untuk mengusir tikus. Ledakan petasan diharapkan membuat tikus lari meninggalkan area persawahan. Cara ini dianggap cukup ampuh dan hemat biaya.
Para petani di Blora mengaku bahwa serangan tikus bisa menyebabkan gagal panen jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, mereka selalu berupaya mencari cara yang efektif untuk melindungi tanaman mereka.
Upaya pengendalian hama tikus ini dilakukan secara gotong royong. Petani biasanya bekerja sama untuk memasang tiruan ular dan membunyikan petasan secara bersamaan agar hasilnya lebih maksimal.
Dengan berbagai siasat tersebut, diharapkan populasi tikus dapat ditekan dan hasil panen tetap terjaga. Meskipun sederhana, cara-cara ini masih menjadi andalan petani Blora hingga saat ini.


