Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Al-Ihya menggelar acara khotmil Al-Qur’an sekaligus tasyakuran penyelesaian pembelajaran Juz ‘Amma bin Nadzor Angkatan ke-2 pada Jumat malam, 19 Juni 2026, di Masjid Al Hidayah, Desa Kawungcarang, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilanjutkan dengan pengajian umum yang menghadirkan penceramah kondang, Gus Arief Mahbub, asal Banjarnegara.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kawungcarang, Cipto Hartono, Babinsa, tokoh masyarakat setempat, para pengasuh dan pengajar Al-Ihya, wali santri, serta ratusan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengajian ini menjadi momentum syukur atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan tahap pembelajaran Al-Qur’an secara bertahap.
Pengasuh Pendidikan Al-Qur’an Al-Ihya, Taufik Nurhidayat, S.Ag., menjelaskan bahwa lembaga yang diasuhnya telah berkiprah lebih dari 11 tahun, terhitung sejak angkatan pertama dimulai pada tahun 2015. Khusus untuk angkatan ke-2 ini, sebanyak 32 santri berhasil menuntaskan pembelajaran Juz ‘Amma bin Nadzor dengan metode yang berkesinambungan. “Proses ini tidak instan. Kami mengajarkan tidak hanya sekadar melafalkan huruf, tetapi juga memperkenalkan kaidah bacaan dan ilmu tajwid secara bertahap. Saat ini baru sekitar 20% materi tajwid diterapkan secara penuh, namun kami terus mengembangkan metode pengajaran agar santri lebih cepat lancar dan memahami makna bacaannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ke depannya lembaga berencana menambah materi pembelajaran, seperti kajian Kitab Fikih dan ilmu agama lainnya, agar bekal keilmuan para santri semakin lengkap. Harapannya, manfaat pendidikan ini tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Kawungcarang, tetapi juga meluas ke wilayah dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Desa Kawungcarang, Cipto Hartono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi lembaga Al-Ihya. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi tulang punggung dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an. “Terima kasih kepada para pengasuh dan pengajar yang sabar membimbing, serta para wali santri yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan. Semoga apa yang dicapai malam ini menjadi langkah awal menuju pemahaman Al-Qur’an yang lebih dalam lagi,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Gus Arief Mahbub menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan belajar Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa menyelesaikan satu tahap pembelajaran bukanlah akhir, melainkan awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. “Membaca Al-Qur’an adalah cahaya. Semakin kita dekat dengan Kitab Suci ini, semakin terang jalan hidup kita. Mari jadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan, bukan hanya acara sesaat,” pesannya kepada seluruh hadirin.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan untuk lembaga, para santri, serta seluruh warga Desa Kawungcarang agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menuntut dan mengamalkan ilmu agama. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an lain di wilayah Banyumas untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi Qur’ani.


