Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut nama serta foto profil Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto. Oknum tidak bertanggung jawab menggunakan aplikasi WhatsApp untuk melancarkan aksi pemerasan dengan berbagai modus, mulai dari klaim bantuan tempat ibadah hingga iming-iming promosi jabatan. Klarifikasi resmi disampaikan Edi Rianto pada Senin, 7 September 2026, menyusul lonjakan pengaduan dari warga dalam satu hingga dua minggu terakhir.
Dalam klarifikasinya, Edi Rianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi warga, pengurus tempat ibadah, maupun aparatur desa secara langsung untuk urusan penganggaran, hibah, ataupun kepegawaian. Para pelaku menyasar pengurus tempat ibadah atau takmir masjid serta pemerintah desa melalui dua pola utama. Pertama, klaim kelebihan transfer bantuan, di mana pelaku berpura-pura telah mencairkan dana hibah dari Bagian Kesra Pemkab Kebumen dan meminta korban mentransfer balik sisa dana ke rekening tertentu. Kedua, permintaan uang muka pajak, dengan dalih biaya pajak pencairan dana bantuan atau Alokasi Dana Desa (ADD).
Edi Rianto menjelaskan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan pemerintah dilakukan secara transparan melalui sistem perbankan resmi, yakni Bank Jateng. “Pajak hanya dibayarkan setelah transfer dari pemerintah diterima oleh pihak penerima manfaat. Selain itu, jika terjadi kekeliruan nominal, sistem Bank Jateng yang akan melakukan pendebitan ulang secara otomatis, bukan warga yang diminta mengembalikan uang secara manual,” ujarnya. Ia menambahkan, Pemkab Kebumen menyalurkan hibah ke sekitar 200 penerima setiap tahunnya, sehingga secara rasional tidak mungkin seorang Sekda menghubungi para penerima bantuan satu per satu secara personal.
Selain mengincar dana hibah, pelaku juga memanfaatkan nama Sekda Kebumen untuk menjanjikan kemudahan mutasi atau promosi jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelaku yang kerap berasal dari pihak luar PNS ini meyakinkan korban dengan menggunakan foto profil pejabat daerah pada aplikasi perpesanan. Edi menegaskan bahwa Pemkab Kebumen menerapkan sistem merit dalam manajemen kepegawaian. Pengangkatan, promosi, dan pemindahan tugas pegawai dilakukan berbasis kinerja serta kebutuhan organisasi secara digital, sehingga mustahil diintervensi oleh oknum tertentu.
Aksi penipuan ini terpantau telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kebumen telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Polres Kebumen untuk menelusuri dan menindak tegas para pelaku. Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui saluran resmi apabila menerima pesan mencurigakan.
Edi Rianto kembali mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai pesan WhatsApp atau panggilan telepon yang meminta pengiriman uang. Segera laporkan indikasi penipuan kepada pihak berwajib agar langkah hukum dapat segera diambil. Pemkab Kebumen menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah.


