Pemerintah Desa Candi mengaku belum menerima sosialisasi terkait rencana proyek geothermal di Gunung Ungaran. Hal ini disampaikan oleh perangkat desa setempat, yang menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi yang disampaikan kepada masyarakat mengenai proyek tersebut.
Gunung Ungaran yang terletak di Jawa Tengah dikenal sebagai kawasan dengan potensi panas bumi yang cukup besar. Proyek geothermal di kawasan ini dipandang sebagai salah satu langkah untuk memanfaatkan energi terbarukan dalam rangka mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi kunci agar proyek dapat berjalan dengan dukungan penuh warga.
Menurut keterangan dari Pemdes Candi, ketiadaan sosialisasi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga. Mereka khawatir akan dampak lingkungan dan sosial yang mungkin timbul dari aktivitas pengeboran dan pembangunan infrastruktur geothermal. Warga juga mempertanyakan transparansi mengenai rencana detail proyek, termasuk wilayah yang akan terdampak dan mekanisme kompensasi.
Padahal, sosialisasi yang baik merupakan bagian penting dari proses perizinan dan pembangunan proyek energi. Dengan adanya sosialisasi, warga dapat memahami manfaat dan risiko, serta memberikan masukan. Tanpa sosialisasi, potensi konflik antara pengembang dan masyarakat menjadi lebih besar.
Desa Candi sendiri merupakan salah satu desa yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran. Keberadaan proyek geothermal tentu akan berdampak langsung pada kehidupan warga, baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Oleh karena itu, wajar jika mereka menuntut kejelasan informasi sejak awal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengembang proyek maupun pemerintah daerah terkait keluhan Pemdes Candi. Diharapkan, komunikasi yang baik antara semua pihak dapat segera terjalin agar proyek geothermal yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan kaidah pembangunan berkelanjutan.
Pengembangan energi panas bumi sendiri merupakan bagian dari target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan. Namun, keberhasilan proyek semacam ini tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh penerimaan masyarakat. Sosialisasi yang transparan dan partisipatif menjadi prasyarat utama untuk mencapai hal tersebut.


