• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Kebumen

Pandanus Moeza, Anyaman Pandan Kebumen yang Tembus Pasar Internasional

by Renae Browning
Agustus 24, 2026
in Kebumen
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KEBUMEN – Gelaran Kebumen Culture Fest 2026 yang berlangsung di Pendopo Kabumian kembali memanjakan pengunjung dengan beragam kerajinan lokal. Salah satu stan yang mencuri perhatian adalah Pandanus Moeza, usaha anyaman pandan asal Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Usaha yang dikelola secara mandiri oleh Muzayanah ini menampilkan produk-produk fesyen dan gaya hidup seperti dompet, tas, hingga sandal yang seluruhnya dibuat secara handmade.

Bagi masyarakat Kebumen, daun pandan bukan sekadar tanaman liar di tepian halaman. Di tangan para perajin, daun pandan disulap menjadi lembaran bernilai seni tinggi. Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, mulai dari pemilihan daun terbaik, pengeringan, pemilahan, hingga dianyam dengan penuh kesabaran. Keunggulan produk Pandanus Moeza terletak pada proses manual tanpa bantuan mesin, sehingga menghasilkan kesan natural dan autentik.

“Kami memang mandiri, bukan dari kelompok. Alhamdulillah, tahun ini diundang lagi di Kebumen Culture Festival. Sebenarnya saya tadinya dari kelompok, tapi karena sudah lansia, biar yang muda-muda saja. Jadi saya bawa usaha sendiri,” ujar Muzayanah saat ditemui di lokasi pameran.

Berkat kualitas dan desain yang unik, jangkauan pasar produk anyaman ini telah menembus pasar internasional hingga Malaysia dan Australia. Menariknya, dengan kualitas ekspor tersebut, produk-produk Pandanus Moeza tetap ditawarkan dengan harga sangat terjangkau, bervariasi mulai Rp15.000 hingga Rp50.000 per buah.

Di tengah persaingan kerajinan pandan yang kian kompetitif dibandingkan daerah lain seperti Tasikmalaya dan Jogja—meskipun bahan mentahnya banyak disuplai dari Grenggeng—Muzayanah tetap optimis. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam menjalankan usahanya, Muzayanah memberdayakan perajin sekitar secara fleksibel berdasarkan volume pesanan yang masuk. Ia berharap ke depannya para perajin anyaman dapat terus bermitra dan saling mendukung. “Harapan-harapan dari kami itu ya sama-sama pengrajin anyaman bermitra. Ketika ada kekurangan bisa memesan ke pelaku lain, intinya kolaborasi,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung atau memesan produk kerajinan tangan ini, Pandanus Moeza berlokasi di Grenggeng, RT 05 RW 06, Karanganyar, Kebumen. Pemesanan dapat dilakukan melalui akun Instagram @muzayanah_yana serta Facebook Yana Muzayanah.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Korban Keracunan Makanan PMT di Batang Bertambah, Mayoritas Bergejala Diare

2 minggu ago

Babak Pertama PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru Berakhir Imbang

4 minggu ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In