Cilacap – Tukimin (66), seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari perahu di perairan Cilacap pada Kamis (25/6/2026) dan sempat hilang, akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Korban ditemukan oleh nelayan sekitar, lalu dievakuasi oleh Tim Rescue Basarnas.
Informasi penemuan diterima Basarnas Cilacap sekitar pukul 06.00 WIB. Tim Rescue Basarnas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan assessment dan evakuasi. “Pukul 06.48 WIB, korban dievakuasi menuju darat kemudian dibawa ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Arif Wibowo, Koordinator Tim SAR Gabungan.
Korban merupakan warga Jalan Lingkar Selatan No. 02, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan. Ia ditemukan pada koordinat 7°43’27.2″S 109°01’32.2″E atau sekitar 1,1 km ke arah utara dari lokasi kejadian. “Setelah dibawa ke RSUD Cilacap, jasad korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk segera disemayamkan,” kata Arif.
Sebelumnya, Tukimin dilaporkan jatuh dari perahu saat melaut pada Kamis lalu. Laporan awal diterima Basarnas Cilacap pukul 09.00 WIB dari Sugiyamin, salah satu pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap. Sejak itu, Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu nelayan dan sarana SAR air yang tersedia.
Selama proses pencarian, koordinasi juga dilakukan dengan HNSI Cilacap dan nelayan setempat guna memperluas informasi serta membantu upaya pencarian. Operasi SAR berlangsung hingga korban ditemukan pada Sabtu pagi. “Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR kami tutup, dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkas Arif.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi nelayan saat melaut. Meski demikian, proses evakuasi dan penanganan berjalan cepat berkat koordinasi antara Basarnas, HNSI, dan masyarakat setempat. Pihak keluarga kini telah menerima jenazah untuk dimakamkan.


