Ruas jalan sempit di tepi sawah kawasan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, yang sebelumnya ditakuti pengendara kini berubah menjadi pusat ekonomi baru. Setelah proyek rekonstruksi aspal sepanjang 1,5 kilometer rampung, ratusan warga memadati lokasi tersebut setiap sore hari untuk berburu kuliner dan berkumpul.
Camat Sumpiuh, Pujar Seno, mengungkapkan bahwa sebelum diperbaiki, jalur ini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Pengendara kendaraan roda empat kerap kesulitan melintas akibat permukaan jalan yang sempit dan bergelombang. “Sebelum jalan ini dikerjakan itu kondisinya sangat susah untuk dilalui, apalagi untuk mobil. Jalannya bergelombang dan sempit,” ujar Pujar di lokasi peresmian.
Kini, sekitar 100 pedagang telah memadati kawasan tersebut untuk mengais rezeki. Kehadiran para pedagang tidak hanya mendongkrak pendapatan warga, tetapi juga memberikan pemasukan bagi pihak desa melalui pengelolaan kebersihan kawasan. “Dengan jadinya jalan ini, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi tempat favorit warga untuk menikmati sore hari, banyak para pedagang di sini ya mungkin hampir 100 pedagang,” lanjut Pujar.
Selain menjadi spot aktivitas ekonomi baru, jalan sepanjang 1,5 kilometer ini memegang peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah. Jalur ini menghubungkan Desa Pandak di Kecamatan Sumpiuh dengan Desa Sibalung di Kecamatan Kemranjen. Keberadaan jalan baru ini efektif mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di jalan utama, sehingga pengguna jalan memiliki opsi rute alternatif yang lebih cepat, aman, dan nyaman.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa. “Saya berharap, dengan kondisi jalan yang sudah lebih baik, para petani akan semakin mudah membawa hasil panen ke pasar, dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat,” kata Bupati saat meresmikan proyek tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa akses jalan ini menjadi urat nadi penting bagi pasokan benih, pupuk, dan mobilitas sektor pertanian lokal, serta mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat fasilitas umum yang dibangun menggunakan dana publik.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari pihak pemerintah desa dan warga setempat. Kepala Desa Pandak, Abas Wahyudi, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalur vital ini. “Atas nama Pemerintah Desa Pandak, lembaga desa, dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terealisasinya pembangunan jalur ini,” tutur Abas. Pembangunan jalan yang selesai tepat waktu dalam durasi lima bulan pengerjaan ini menjadi pendorong semangat baru bagi warga untuk memanfaatkan infrastruktur memadai guna meningkatkan produktivitas harian dan memajukan perekonomian desa secara berkelanjutan.











