Sebanyak 700 siswa dari 33 sekolah dasar di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, mengikuti ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) ke-27 yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) setempat. Kegiatan tahunan ini berlangsung di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah kecamatan, dengan mempertandingkan 23 cabang lomba untuk mengukur kemampuan intelektual dan seni Islami para peserta.
Panitia membagi cabang lomba secara proporsional, mencakup 11 kategori putra, 10 kategori putri, serta dua cabang beregu, yaitu pertunjukan seni Hadroh dan Duet Religi. Untuk mengantisipasi lonjakan peserta, acara dipusatkan di sejumlah titik strategis, seperti kompleks SD Negeri Karangjati, Lapangan Desa Kecila, Balai Desa Karangjati, dan beberapa musala di pemukiman warga. Hal ini dilakukan agar alur kompetisi berjalan aman dan efektif.
Penilaian dilakukan oleh juri profesional yang berasal dari guru PAI, praktisi seni, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan Kantor Urusan Agama. Panitia menegaskan bahwa esensi MAPSI bukan sekadar perebutan piala, melainkan wadah pembinaan karakter, penjelajahan bakat, dan pemupukan potensi siswa secara berkelanjutan. Ajang ini juga berfungsi sebagai tahap seleksi untuk menjaring talenta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Kemranjen pada MAPSI tingkat Kabupaten Banyumas.
Firdaus Mukti, perwakilan panitia penyelenggara, dalam sambutannya menegaskan fokus utama kegiatan tersebut. “MAPSI menjadi ajang untuk mencari bakat dan potensi siswa, sekaligus memilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Kemranjen pada tingkat Kabupaten,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kelancaran acara.
Pengawas Korwilcam Kemranjen, Etik Lathifah, memberikan dorongan moral kepada peserta dan dewan juri. “Saya mengimbau seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Kompetisi ini harus menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun kepercayaan diri,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya objektivitas juri. “Saya berharap para juri dapat menjalankan tugas secara profesional dan objektif sehingga menghasilkan juara yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik sesuai bidang yang dilombakan,” tambahnya.
Evaluasi positif datang dari juri cabang TIKI, Laelatul Rohmaniyah, yang mengamati peningkatan jumlah peserta dan kualitas karya. “Secara kuantitas jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi jumlah, kualitas karya peserta juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan,” ungkapnya. Ia menambahkan, karya siswa semakin tertata, baik dari aspek penyusunan teks maupun penggunaan aksesoris dalam presentasi. Hal ini menjadi indikator bahwa pembinaan Pendidikan Agama Islam dan literasi teknologi di sekolah dasar wilayah Kemranjen berjalan baik.
Melalui MAPSI ke-27 ini, Kecamatan Kemranjen tidak hanya menghadirkan kompetisi yang semarak, tetapi juga memperkokoh fondasi pembinaan mental, spiritual, dan kreativitas generasi muda. Seluruh juara terpilih akan menjalani pemusatan latihan intensif untuk mempersiapkan diri membawa nama baik Kemranjen pada ajang MAPSI tingkat Kabupaten Banyumas mendatang.


