Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar edukasi kesehatan mental bagi siswa kelas 4 hingga 6 SD Negeri 3 Sokawera pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pentingnya mengenali dan mengendalikan emosi sejak dini, serta memberikan pemahaman bahwa kesehatan mental dapat diajarkan melalui pendekatan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengajak siswa untuk memahami berbagai jenis emosi seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa. Mereka menekankan bahwa emosi adalah bagian normal dari pengalaman manusia, dan yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya secara positif. Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak untuk tidak langsung bereaksi ketika menghadapi situasi yang memicu emosi, melainkan belajar mengenali perasaan dan mencari cara yang tepat untuk mengekspresikannya.
Salah seorang guru SD Negeri 3 Sokawera menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, anak-anak perlu ruang untuk memahami perasaan yang muncul dalam dirinya agar tidak terbiasa melampiaskan emosi dengan cara yang kurang tepat. “Kegiatan seperti ini penting bagi siswa karena membantu mereka memahami bahwa setiap emosi yang dirasakan merupakan hal yang wajar. Dengan mengenali dan memahami emosinya, siswa diharapkan dapat belajar mengendalikan serta mengekspresikannya dengan cara yang positif dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka selama mengikuti edukasi. Seorang siswa kelas 4 mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu kalau ternyata kita punya bermacam-macam emosi dan cara mengendalikannya juga berbeda-beda. Saya jadi lebih tahu bagaimana cara menghadapi emosi yang saya rasakan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN UIN SAIZU yang terlibat menegaskan bahwa pengenalan emosi perlu dilakukan sejak usia sekolah dasar. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan memahami dirinya sendiri dan berinteraksi secara sehat dengan lingkungan. “Anak-anak juga perlu mengenal emosi sejak dini agar mereka dapat memahami dan mengendalikannya dengan baik. Dengan mengenali emosi yang sedang dirasakan, anak akan lebih mudah mengekspresikannya secara positif. Oleh karena itu, mengenali dan memahami emosi merupakan hal yang penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengalaman belajar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan perkembangan peserta didik. Edukasi kesehatan mental di SD Negeri 3 Sokawera diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa mengenali diri adalah langkah awal dalam membangun karakter yang lebih matang. Siswa diharapkan mampu memahami perasaannya, mengendalikan respons, serta memilih cara positif dalam mengekspresikan emosi.
Dari ruang kelas sederhana di Sokawera, pesan penting ditanamkan: setiap emosi boleh dirasakan, tetapi setiap emosi perlu dikelola dengan bijaksana. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi langsung dengan dunia pendidikan dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.


