• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banyumas

LPKS di Purwokerto Jadi Jembatan Aman bagi Calon Pekerja Migran

by Renae Browning
Agustus 20, 2026
in Banyumas
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Purwokerto, Banyumas – Bekerja di luar negeri menjadi pilihan banyak warga untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Namun, prosesnya tidak mudah tanpa melalui lembaga terpercaya dan sesuai aturan resmi. Di tengah kebutuhan itu, hadir Lembaga Pelatihan Kerja dan Sertifikasi (LPKS) yang dikelola mandiri di Purwokerto, sebagai jembatan aman bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Lembaga ini dikelola oleh PT Indo Skills Swadaya yang beralamat di Jalan Achmad Zein, Kelurahan Pasir Kidul, Purwokerto Barat.

Sebelum mengelola lembaga secara mandiri, pengelola terlebih dahulu menimba pengalaman selama kurang lebih dua tahun dengan bekerja sama di sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja berbasis di Brebes. Berkat kepercayaan dan kesempatan yang diberikan, ia akhirnya memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan memilih lokasi di Purwokerto. Pemilihan Purwokerto didasari pertimbangan strategis, tidak terlalu jauh dari kampung halaman, serta menjadi pusat pelayanan di wilayah Banyumas Raya. Sementara itu, alasan tidak membuka kantor di Brebes adalah untuk menjaga etika kerja dan rasa hormat kepada tempat sebelumnya, agar tidak bersaing di wilayah yang sama.

Sejak mulai menempati lokasi baru, proses persiapan memakan waktu sekitar satu tahun. Sebagian besar waktu digunakan untuk merenovasi tempat, mengurus perizinan resmi, serta melengkapi berbagai administrasi yang dibutuhkan. “Tujuan utama kami adalah menjadi jembatan yang aman dan terpercaya bagi siapa saja yang ingin mengikuti proses bekerja ke luar negeri,” ujar Nurkhalimah, Pimpinan PT Indo Skills Swadaya. Ia pun memiliki moto yang menjadi pedoman kerja: “Berangkat sebagai pekerja migran, pulang jadi juragan.”

Lembaga ini berperan sebagai LPKS, yaitu lembaga yang secara khusus menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja dan pelatihan bahasa asing. Agar proses belajar berjalan lebih maksimal, lembaga juga menyediakan tempat tinggal bagi peserta, terutama bagi mereka yang berasal dari daerah jauh dan tidak memungkinkan pulang-pergi setiap hari. Keberadaan kantor di Purwokerto memberikan kemudahan tersendiri bagi peserta, antara lain lokasi dekat dengan tempat pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang terpercaya, serta akses mudah ke pelayanan pembuatan dokumen resmi seperti paspor yang kini tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) terdekat.

Dalam hal pengurusan dokumen, lembaga tetap mengikuti aturan resmi yang berlaku: semua proses awal harus disesuaikan dengan domisili asal peserta. Misalnya, calon pekerja dari Cilacap memulai proses di Dinas Tenaga Kerja Cilacap; dari Brebes mengurus administrasi dasar di wilayah Brebes; dari Malang atau daerah lain, pendaftaran dan perekaman data dilakukan di daerah asalnya masing-masing. Setelah dokumen lengkap dan calon pekerja mendapatkan penempatan kerja, lembaga akan membantu mengurus Surat Penempatan Kerja, rekomendasi resmi, serta pendaftaran PMI melalui Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Penyaluran tenaga kerja bekerja sama dengan perusahaan penyalur resmi (PT). Kecepatan proses pemberangkatan sangat bergantung pada kesiapan peserta. Peserta berpengalaman yang pernah bekerja di luar negeri dan menguasai bahasa asing, misalnya pernah ke Taiwan dan bisa bahasa Mandarin, dapat langsung dipasarkan ke negara tujuan lain seperti Hongkong setelah dinyatakan sehat secara medis. Sementara peserta baru wajib mengikuti pelatihan hingga menguasai keterampilan dan bahasa yang dibutuhkan, meskipun tujuannya ke negara yang sama dengan pengalaman sebelumnya. Para peserta berasal dari berbagai daerah, tidak hanya sekitar Banyumas, melainkan juga dari Malang, Jawa Barat, Lampung, dan wilayah lainnya. Sebelum mengikuti pelatihan inti, semua wajib menjalani pemeriksaan kesehatan dan melengkapi seluruh persyaratan dokumen.

Adapun negara tujuan yang paling banyak diminati adalah Malaysia, karena menerapkan sistem tanpa potongan gaji dan skema zero cost (biaya pemberangkatan ditanggung tanpa membebani peserta). Untuk memenuhi ketentuan peraturan, ditetapkan pula batas usia minimal, yaitu 21 tahun untuk tujuan Malaysia dan Hongkong, serta 23 tahun untuk ke Singapura. Setelah seluruh proses administrasi, pelatihan, dan pemeriksaan selesai, peserta langsung diberangkatkan ke negara tujuan dan selanjutnya dibimbing serta didampingi oleh mitra resmi yang telah bekerja sama di sana.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Ziarah ke Makam Leluhur Awali Puncak Hari Jadi ke-397 Kebumen

2 bulan ago

PLN ULP Sosialisasikan K3L dan PLN Mobile kepada Warga Desa Karangsari Purbalingga Jelang HUT RI

2 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In