Anggota Pramuka Pangkalan SD Negeri Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menggelar latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan rutin ini dirancang untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kekompakan melalui gerakan baris-berbaris yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Latihan yang dipandu oleh para pembina ini tidak hanya menekankan aspek keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Setiap langkah dalam barisan memiliki makna: bergerak bersama, menaati aturan, menghargai pemimpin, dan bertanggung jawab terhadap kelompok. Konsistensi latihan menjadi modal penting bagi Pramuka SD Negeri Melung untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan memiliki karakter positif dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kamabigus SD Negeri Melung, Akh. Muti Akromi, S.Pd., yang akrab disapa Kak Romi, menegaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, latihan PBB memberikan pengalaman nyata untuk belajar disiplin dan bertanggung jawab. “Latihan baris-berbaris mengajarkan banyak hal kepada anak-anak, mulai dari disiplin, kekompakan, tanggung jawab, hingga keberanian. Yang terpenting bukan hanya bisa melakukan gerakan dengan benar, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, anggota Pramuka mempelajari berbagai tahapan gerakan PBB secara bertahap, mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan, hadap kiri, hingga langkah tegap. Setiap aba-aba menuntut konsentrasi dan respons cepat, sehingga peserta harus mendengarkan instruksi, memahami perintah, dan melaksanakannya secara serempak. Proses ini mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah regu tidak ditentukan oleh kemampuan satu orang saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh anggota. Ketika ada yang melakukan kesalahan, peserta diarahkan untuk memperbaiki melalui latihan tanpa mudah menyerah. Kak Romi menekankan, “Kesalahan dalam melakukan gerakan merupakan bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik.”
Perwakilan pembina pendamping, Oki Panca Murbaniati, S.Pd., menyoroti pentingnya konsistensi sebagai kunci meningkatkan keterampilan. Menurutnya, kemampuan PBB yang rapi dan kompak tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan latihan teratur, ketekunan, dan kemauan menerima evaluasi. “Kuncinya adalah disiplin dan konsisten. Kalau latihan dilakukan dengan sungguh-sungguh, anak-anak akan semakin kompak, gerakannya semakin rapi, dan rasa percaya dirinya juga tumbuh,” tuturnya. Dalam sebuah barisan, tidak boleh ada peserta yang berjalan sendiri-sendiri; semua harus bergerak mengikuti irama dan aba-aba yang sama agar tercipta barisan yang kuat, tertib, dan harmonis.
Konsistensi latihan PBB di Pangkalan SD Negeri Melung pada akhirnya menghadirkan pembelajaran yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan berbaris. Setiap hentakan kaki melatih ketepatan dan kedisiplinan, setiap aba-aba mengajarkan kepatuhan terhadap aturan, dan setiap gerakan yang dilakukan bersama menguatkan nilai kerja sama. Peserta juga belajar mengenali peran masing-masing dalam kelompok serta memahami bahwa kepentingan bersama perlu ditempatkan sejajar dengan kepentingan pribadi. Nilai kepemimpinan pun tumbuh melalui keberanian menerima instruksi, menjalankan tugas, dan menjaga kekompakan regu. Dengan pembinaan berkelanjutan, kegiatan Pramuka diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kepribadian yang kuat, menjadikan mereka pribadi yang disiplin, mandiri, dan tangguh di masa depan.


