Rapat Anggota ASPIKMAS 2026 yang digelar di Baturraden, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (19/5/2026) menghasilkan kepemimpinan baru. Kukuh Prasetiyo berhasil terpilih sebagai Ketua Umum ASPIKMAS periode 2026–2031 setelah mengantongi 63 suara, mengungguli rivalnya, Riyadi, yang hanya memperoleh 11 suara. Kemenangan telak ini menandai babak baru bagi arah pergerakan ribuan UMKM di Kabupaten Banyumas untuk lima tahun ke depan.
Proses pemungutan suara berlangsung dalam Rapat Anggota Tahun 2026 yang dimulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Suasana rapat berjalan penuh dinamika kekeluargaan, meski persaingan ketat mewarnai ajang pemilihan tersebut. Kukuh Prasetiyo sukses mengamankan mayoritas suara, sementara Riyadi harus menerima hasil akhir dengan 11 suara. Momen pergantian tampuk kepemimpinan ini disaksikan langsung oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Manager Hetero Space Banyumas, Irfan Bahtiar. Selain itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyumas juga turut hadir mewakili Bupati Banyumas, didampingi jajaran perwakilan Bank Indonesia Purwokerto serta sektor perbankan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan pemerintah dan lembaga keuangan terhadap organisasi yang menaungi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Banyumas.
Merespons kepercayaan besar yang diberikan para anggota, Kukuh menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Pujianto. Ia menegaskan bahwa capaian kepengurusan lama menjadi modal utama untuk melangkah ke depan. “Apa yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya adalah modal yang sangat berharga. Kita tidak sedang mengganti sejarah ASPIKMAS, tetapi melanjutkan dan memperkuatnya sesuai tantangan dan kebutuhan yang baru,” ujar Kukuh.
Di bawah kepemimpinan periode 2026–2031, organisasi akan memfokuskan program kerja yang berdampak langsung hingga lini terbawah. Pengurus baru menyiapkan gagasan utama bertajuk ASPIKMAS Semesta Ilmu sebagai motor penggerak literasi bisnis dan keuangan. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk Kelas Inkubasi Bisnis ASPIKMAS yang berfungsi sebagai ruang belajar berkelanjutan. Melalui sarana ini, para anggota akan menerima pendampingan usaha secara intensif dan terarah. “Gagasan yang kami bawa lahir dari aspirasi, kegelisahan, pengalaman, dan harapan anggota serta Pengurus Kecamatan. Tugas kami adalah mengubah aspirasi tersebut menjadi kerja nyata dan manfaat yang dirasakan anggota,” tegas Kukuh.
Mengusung semangat “ASPIKMAS Bertumbuh, Anggota Maju”, jajaran pengurus baru berkomitmen memperluas kemitraan strategis. Sinergi erat akan terus digalangkan bersama pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga lembaga keuangan. Langkah kolaboratif ini bertujuan agar manfaat keberadaan organisasi dapat menjangkau seluruh pengusaha kecil di wilayah Banyumas secara merata. Ke depan, penguatan jaring kemitraan pentahelix menjadi kunci utama untuk membawa produk lokal semakin berdaya saing tinggi.


