Seorang warga lanjut usia di Pekalongan, Mbah Darmi, mengalami masalah ganda setelah namanya dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Ia juga menerima tagihan utang bank yang tidak pernah dilakukannya. Diduga kuat, masalah ini bermula dari KTP miliknya yang pernah dipinjam oleh tetangga.
Menurut informasi yang dihimpun, Mbah Darmi sebelumnya tercatat sebagai penerima bansos dari pemerintah. Namun, pada suatu waktu, namanya dicoret dari daftar penerima tanpa alasan yang jelas. Pencoretan ini membuat Mbah Darmi kehilangan bantuan yang selama ini menjadi penopang kehidupannya sehari-hari.
Yang lebih mengejutkan, Mbah Darmi kemudian menerima surat tagihan dari sebuah bank terkait dengan utang yang tidak pernah ia buat. Tagihan tersebut muncul setelah identitasnya digunakan oleh orang lain untuk mengajukan pinjaman. Hal ini semakin memperberat kondisi ekonomi Mbah Darmi yang sudah terbatas.
Dari penelusuran awal, diketahui bahwa KTP milik Mbah Darmi pernah dipinjam oleh tetangganya, diduga untuk keperluan administrasi. Setelah kejadian itu, berbagai masalah mulai muncul, termasuk pencoretan bansos dan tagihan bank yang tidak jelas. Penyalahgunaan data pribadi seperti ini sering kali menjadi celah bagi oknum untuk melakukan tindakan merugikan.
Kasus Mbah Darmi menjadi contoh nyata betapa pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama KTP. Peminjaman KTP kepada orang lain, meskipun dengan alasan kepercayaan, dapat berisiko besar. Data kependudukan yang disalahgunakan bisa digunakan untuk berbagai kepentingan ilegal, termasuk pengajuan kredit fiktif atau manipulasi data penerima bantuan.
Pihak berwenang di Pekalongan diharapkan segera menindaklanjuti kasus ini. Upaya pemulihan nama baik Mbah Darmi dan pengembalian status bansosnya perlu dilakukan, serta klarifikasi atas tagihan bank yang tidak jelas. Selain itu, investigasi terhadap pihak yang meminjam KTP juga diperlukan agar ada efek jera.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam meminjamkan dokumen pribadi. KTP adalah identitas yang sangat sensitif dan tidak seharusnya dipinjamkan kepada siapa pun tanpa pengawasan yang ketat. Jika terpaksa harus memberikan data, pastikan untuk mengawasi penggunaannya dan segera melapor jika ada hal yang mencurigakan.


