Komunitas Belajar (Kombel) Tugu Muda kembali menggelar webinar seri ke-137 bertema “Transformasi Pembelajaran melalui Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial Batch 2” pada Senin, 31 Agustus 2026, di Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
Webinar ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang bagi para pendidik untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, mengeksplorasi inovasi pembelajaran, serta memperkuat jejaring kolaborasi antarguru di Kota Semarang. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cepat, guru dituntut untuk terus belajar agar mampu memahami dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks tersebut, komunitas belajar memiliki peran strategis. Guru dapat saling berbagi pengalaman tentang pemanfaatan teknologi, mendiskusikan persoalan di kelas, dan menemukan pendekatan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pandangan Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Darmadi, S.Pd., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas konsistensi Kombel Tugu Muda dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kombel Tugu Muda yang secara konsisten terus melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Konsistensi ini menjadi kekuatan penting dalam membangun budaya belajar di kalangan pendidik,” ujar Darmadi. Ia menilai pengembangan profesional guru harus dibangun menjadi kebiasaan yang berlangsung terus-menerus melalui proses belajar, berbagi, mencoba, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran.
Darmadi juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan AI tidak boleh berhenti pada kemampuan teknis menggunakan aplikasi. Teknologi harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Guru dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam merancang pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, menyiapkan asesmen, hingga mencari alternatif aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, kemampuan tersebut harus diiringi dengan pertimbangan pedagogis, termasuk kapan dan untuk tujuan apa teknologi digunakan.
Pandangan senada disampaikan Kabid Pembinaan GTK Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si. Menurutnya, transformasi digital di bidang pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan aplikasi, melainkan harus diikuti perubahan pola pikir dan praktik pembelajaran. “Teknologi jangan hanya digunakan karena sedang menjadi tren. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik,” ungkapnya. Ia menekankan penggunaan AI harus dilakukan secara bijak, etis, aman, dan bertanggung jawab, serta tidak mengurangi posisi guru dalam proses pendidikan.
Miftahudin mendorong agar setiap kegiatan pengembangan kompetensi memiliki tindak lanjut yang konkret. Pengetahuan yang diperoleh melalui webinar hendaknya diterapkan dalam pembelajaran di satuan pendidikan, didokumentasikan sebagai praktik baik, dan dibagikan kembali kepada komunitas. Sementara itu, Koordinator Kombel Tugu Muda, Slamet Hari Pambudi, S.Pd., Kepala SDN Pakintelan 02, mengatakan bahwa webinar seri ke-137 ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan bagi para pendidik.


