Unit Siaga SAR (USS) Banyumas bersama tim gabungan mengevakuasi seorang mahasiswi yang mengalami kecelakaan saat mengikuti demonstrasi flying fox di lingkungan kampus UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Korban bernama Umi Nazelatu Maghfiroh (20), mahasiswi asal Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Beruntung, korban selamat meskipun mengalami benturan keras akibat dugaan kegagalan sistem pengereman wahana.
Insiden bermula sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Faktapala UIN SAIZU tengah menggelar demonstrasi wahana ketinggian flying fox sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru. Diduga terjadi kegagalan pada brake system atau sistem pengereman yang menyebabkan korban menghantam keras bagian tertentu dari wahana. Panitia yang panik segera melaporkan kejadian ini ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas sekitar pukul 12.15 WIB, yang kemudian meneruskan informasi ke USS Banyumas untuk proses evakuasi darurat.
Lokasi kejadian berada di area kampus UIN SAIZU Purwokerto, tepatnya pada koordinat 7°24’38.10″S 109°13’52.81″E. Jarak dari posko USS Banyumas diperkirakan sekitar 11,6 kilometer. Menanggapi laporan tersebut, USS Banyumas langsung menerjunkan satu tim rescue pada pukul 12.20 WIB. Tim tiba di lokasi pada pukul 12.55 WIB dan langsung melakukan asesmen cepat, berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Setelah kondisi korban stabil, tim SAR gabungan melakukan evakuasi secara intensif. Tepat pukul 13.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dengan aman dan langsung dilarikan ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.00 WIB setelah seluruh rangkaian evakuasi dan asesmen medis selesai dilakukan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi yang terjalin.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam penyelenggaraan kegiatan wahana ketinggian, terutama di lingkungan kampus. Demonstrasi flying fox yang biasanya menjadi ajang pengenalan kegiatan mahasiswa harus memperhatikan prosedur keamanan secara ketat, termasuk pemeriksaan berkala terhadap peralatan dan sistem pengereman. Pihak kampus dan panitia diharapkan dapat mengevaluasi kembali sistem keselamatan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kampus terkait insiden tersebut.


