Bupati Kebumen mengimbau warga untuk aktif melaporkan jika menemukan data desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Desil adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan, biasanya dibagi menjadi sepuluh kelompok. Data desil menjadi acuan penting dalam penyaluran bantuan sosial dari pemerintah. Ketidakakuratan data dapat menyebabkan bantuan salah sasaran, sehingga peran serta masyarakat dalam melaporkan kesalahan sangat dibutuhkan.
Warga yang ingin melapor dapat menghubungi pemerintah desa atau kelurahan setempat, atau melalui dinas sosial kabupaten. Bupati menekankan bahwa laporan dari warga akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kebenaran data. Dengan demikian, data desil yang digunakan untuk program bantuan akan lebih akurat dan tepat sasaran.
Dalam sistem data kesejahteraan, desil membagi penduduk menjadi sepuluh kelompok berdasarkan tingkat pendapatan atau pengeluaran. Desil 1 adalah kelompok termiskin, sementara desil 10 adalah kelompok terkaya. Data ini biasanya bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Ketidakakuratan data dapat menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran, misalnya orang mampu justru menerima bantuan, sementara yang miskin tidak.
Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus memperbaiki data kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dengan partisipasi aktif warga, program-program bantuan seperti PKH, BPNT, dan bantuan lainnya dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan. Bupati juga mengingatkan agar warga tidak ragu untuk melapor, karena hal ini demi kepentingan bersama.
Imbauan ini disampaikan dalam rangka meningkatkan akurasi data untuk perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif. Dengan data yang valid, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran secara tepat dan mengurangi kesenjangan sosial. Warga diharapkan proaktif dan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk memastikan data desil yang akurat.


