Warga RT 05 RW 04 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, mengawali rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan senam bersama. Kegiatan berlangsung di Lapangan Dari Roso pada Sabtu (22/8/2026) pagi dan diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.
Senam bersama dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan menjadi pembuka dari serangkaian lomba kemerdekaan yang telah disiapkan masyarakat setempat. Menariknya, instruktur senam berasal dari kalangan warga sendiri, menunjukkan bahwa kegiatan ini mengedepankan partisipasi aktif masyarakat. Suasana berlangsung santai dan penuh keceriaan, karena olahraga tersebut dikemas sebagai kegiatan kebersamaan, bukan sekadar rutinitas menjaga kebugaran.
Ketua RW 05, Rodiman, menjelaskan bahwa pelaksanaan peringatan HUT RI sengaja digelar setelah tanggal 17 Agustus. Penjadwalan ini menyesuaikan dengan berbagai agenda di tingkat kecamatan dan desa. “Kegiatan peringatan HUT RI kami selenggarakan setelah tanggal 17 karena menyesuaikan kegiatan di lingkungan kecamatan dan desa. Semoga hari ini seluruh kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya. Menurut Rodiman, penyesuaian jadwal tidak mengurangi semangat warga dalam memeriahkan hari kemerdekaan.
Rohayanti, salah seorang ibu RT, menyampaikan bahwa pemilihan senam sebagai pembuka memiliki tujuan sederhana, yakni mengajak warga lebih memperhatikan kesehatan. “Kegiatan dibuka dengan senam bersama untuk menambah kebugaran, khususnya bagi ibu-ibu yang jarang berolahraga. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mudah-mudahan warga semakin semangat untuk menjaga kesehatan,” kata Rohayanti. Ia menambahkan, kegiatan olahraga bersama juga memberi ruang bagi warga untuk bertemu dan berkomunikasi dalam suasana santai.
Antusiasme warga terlihat dari beragamnya usia peserta. Anak-anak tampak menikmati suasana, sementara warga dewasa dan lansia mengikuti gerakan senam sesuai kemampuan masing-masing. Kondisi ini menciptakan suasana inklusif dan menunjukkan bahwa kegiatan kemerdekaan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Lapangan Dari Roso pun berubah menjadi ruang bersama yang merefleksikan kebersamaan warga dalam mengisi kemerdekaan.
Panitia kegiatan, Andre Monaldi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang dengan semangat sederhana untuk menghadirkan hiburan dan kebersamaan. “Intinya kegiatan ini untuk menghibur warga. Dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” ujarnya. Semangat gotong royong menjadi dasar pelaksanaan, mulai dari persiapan hingga keterlibatan peserta yang semuanya berasal dari lingkungan masyarakat sendiri. Setelah senam, warga akan mengikuti berbagai lomba yang dirancang untuk meningkatkan interaksi antarwarga.
Puncak rangkaian kegiatan pada hari itu akan ditutup dengan malam resepsi dan hiburan kesenian Sintren. Pertunjukan seni tradisional tersebut diharapkan menjadi hiburan sekaligus upaya melestarikan kesenian di tengah kehidupan desa. Perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan ini membuktikan bahwa kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan acara besar; kegiatan sederhana yang lahir dari inisiatif warga mampu menghadirkan kegembiraan dan memperkuat ikatan sosial.


