• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banyumas

Festival TPQ Desa Dermaji Banyumas: Ajang Kreativitas dan Keberanian Anak dalam Belajar Agama

by Renae Browning
Agustus 24, 2026
in Banyumas
0

Oplus_0

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, menjadi saksi semaraknya Festival Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang digelar di Masjid Baiturrahman pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap ini diikuti oleh anak-anak dari sejumlah TPQ di lingkungan desa setempat. Festival ini menghadirkan berbagai cabang lomba yang menggabungkan kemampuan keagamaan dan kreativitas, seperti adzan, hafalan surat, bacaan salat, serta mewarnai kaligrafi.

Acara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Anak-anak datang bersama pendamping dan guru masing-masing untuk mengikuti perlombaan sekaligus menjalin silaturahmi. Masjid Baiturrahman yang menjadi lokasi kegiatan dipenuhi keceriaan, dengan para peserta menunjukkan semangat tinggi, sementara guru, orang tua, dan masyarakat memberikan dukungan penuh agar anak-anak tampil percaya diri.

Lomba adzan menjadi salah satu cabang yang paling menarik perhatian. Peserta diberi kesempatan untuk melantunkan panggilan salat dengan baik, yang tidak hanya menguji kemampuan tetapi juga melatih keberanian tampil di hadapan juri dan peserta lainnya. Sementara itu, cabang hafalan surat menguji hafalan surat-surat Al-Qur’an yang telah dipelajari di TPQ, dengan harapan dapat mendorong anak-anak untuk semakin rajin membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Cabang lomba bacaan salat memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca bacaan-bacaan salat dengan benar. Kegiatan ini menjadi bagian penting karena keterampilan menjalankan ibadah perlu dikenalkan sejak usia dini. Melalui lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar menghafal, tetapi juga termotivasi untuk memahami dan mempraktikkan ibadah sehari-hari, sekaligus menjadi sarana evaluasi sederhana terhadap pembelajaran keagamaan di TPQ. Adapun lomba mewarnai kaligrafi menghadirkan suasana berbeda dengan memadukan unsur seni dan nilai-nilai keislaman, sehingga pembelajaran agama terasa lebih menyenangkan.

Dukungan datang dari berbagai pihak. Haryoto, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, menilai bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat. Fitri Yoelani, Ketua Muslimat Dermaji, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan yang melibatkan anak-anak perlu terus dikembangkan karena dapat membentuk karakter sekaligus memperkuat hubungan antara anak, keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat.

Nisa, salah satu mahasiswa KKN UNUGHA yang terlibat, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi kami selama KKN. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti festival dengan senang, mendapatkan pengalaman baru, dan semakin termotivasi untuk belajar agama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perlombaan sengaja dikemas dalam suasana menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani.

Apresiasi juga disampaikan oleh Mai Saroh, guru agama di Desa Dermaji. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat positif karena menggabungkan pendidikan agama, keberanian, kreativitas, dan kebersamaan. “Kegiatan seperti ini sangat positif untuk anak-anak. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama di TPQ, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, berani tampil di depan orang lain, dan belajar berkompetisi secara sehat,” ungkapnya. Ia berharap sinergi antara TPQ, guru, tokoh masyarakat, orang tua, dan mahasiswa terus diperkuat agar pembinaan generasi muda berkelanjutan. Salah satu peserta lomba mewarnai kaligrafi, Masha Sheinafia Yumna, tampak antusias mengikuti kegiatan yang memberinya ruang mengekspresikan kreativitas.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Bus Listrik Trans Semarang Dilengkapi Ruang Kursi Roda dan Tahan Banjir

2 minggu ago

Bus Trans Banyumas Kembali Beroperasi, Tarif Tetap Sama

3 minggu ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In