Puncak acara Festival Literasi Kabupaten Kebumen 2026 digelar di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen pada Minggu, 23 Agustus 2026. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Kebumen Fest ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi (Deputi I) Perpusnas RI Suharyanto, S.Sos., M.Hum., serta Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Hadir pula pustakawan Disarpus Provinsi Jawa Tengah Siti Sundari, unsur Forkopimda, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini mengusung misi membangun fondasi peradaban berbasis inklusi sosial melalui integrasi nilai sejarah dan kearifan lokal. Dalam sambutannya, Bupati Lilis menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Kabupaten Kebumen yang menempati peringkat pertama Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Tengah dan peringkat kedua nasional pada 2025. Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, serta menghasilkan karya menjadi semakin penting di tengah perkembangan dunia yang cepat dan informasi yang datang dari berbagai penjuru.
Bupati juga menekankan pentingnya mengintegrasikan literasi dengan penetapan Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark. “Kita harus memastikan masyarakat memahami apa yang kita miliki, mengenal kekayaan geologi, biologi, dan budaya kita. Setelah kita kenal dan jaga, kita kembangkan dengan cara yang bertanggung jawab. Saya minta pengembangan literasi Geopark dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Lilis di hadapan para peserta.
Suharyanto, yang mengaku “pulang kampung” karena memiliki darah Gombong, memberikan apresiasi atas konsistensi dan prestasi luar biasa yang diraih Kabupaten Kebumen dalam bidang literasi. Ia menegaskan komitmen Perpusnas untuk terus mendukung pengembangan literasi di daerah. “Apakah ada dana lagi seperti ini di tahun 2027? Untuk tahun 2027, kita menyiapkan alokasi Rp510 juta untuk penguatan daya baca dan kecakapan literasi, Bupati dan Bapak-Ibu semua,” ungkap Suharyanto dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar bijak mengendalikan teknologi digital serta memanfaatkan fasilitas koleksi digital Perpustakaan Nasional yang mencakup jutaan eksemplar di gedung 24 lantai milik Perpusnas. Koleksi tersebut dapat diakses dari mana saja, sehingga masyarakat Kebumen dapat memperluas wawasan tanpa batasan geografis.
Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba literasi, termasuk kategori perpustakaan desa dan lomba bertutur SD/MI. Selain itu, dilakukan penyerahan buku berjudul “Kebumen: Pesona Mutiara Tanah Jawa dan Keberagaman Budaya Kebumen” kepada Suharyanto sebagai simbol apresiasi dan dokumentasi kekayaan lokal.


