Alun-Alun Purwokerto berubah menjadi lautan manusia saat Festival Kentongan Purwokerto 2026 digelar. Ribuan pengunjung memadati area tersebut untuk menyaksikan deretan grup seni terbaik membawakan irama musik bambu yang enerjik. Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto bersepakat menyulap tradisi lokal ini menjadi agenda budaya kelas atas.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memastikan festival ini terus hadir setiap tahun dengan kualitas pertunjukan yang semakin memikat. Kepastian tersebut mengemuka seiring masuknya komitmen dukungan penuh dari Bank Indonesia. Dalam sambutannya di panggung kehormatan, Sadewo menjelaskan bahwa lembaga keuangan negara tersebut sepakat menanggung setengah dari total kebutuhan dana kegiatan.
“Dengan skema BI menanggung 50 persen dan sisa anggaran ditanggung bersama, gelaran budaya kita dipastikan bakal semakin meriah,” ujar Sadewo di hadapan jajaran pejabat daerah dan tamu undangan. Kolaborasi strategi pembiayaan ini dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan seni tradisi daerah. Pihaknya optimistis ajang ini mampu menyedot perhatian wisatawan dari luar wilayah Banyumas.
Kualitas sajian pada edisi tahun ini memang mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 16 kelompok seniman yang tampil merupakan hasil kurasi dan seleksi ketat dari Paguyuban Kentongan Banyumas (Pakenmas). Sadewo menegaskan bahwa pihaknya ingin generasi muda Banyumas terus mengenali dan mencintai seni tradisinya sendiri. “Budaya yang kita miliki saat ini harus terus hidup dan tidak boleh punah. Mari kita jaga bersama-sama,” tambahnya.
Kebanggaan masyarakat Banyumas makin melambung setelah deretan seniman daerah berhasil menembus panggung tertinggi nasional. Sebanyak 125 penari Tari Kelana Lengger pimpinan maestro Rianto mendapat kehormatan tampil pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara. Pencapaian luar biasa tersebut membuktikan bahwa potensi seni pertunjukkan lokal memiliki daya saing tinggi. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga momentum emas ini agar seni tradisi terus menjadi identitas pembentuk karakter pemuda setempat.
Selain menyuguhkan atraksi budaya yang memukau, panitia dan pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada aspek ketertiban umum. Bupati Banyumas secara khusus mengajak seluruh pengunjung untuk aktif menjaga kebersihan area panggung hiburan hingga akhir acara. “Diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan guna mempertahankan kebanggaan Purwokerto sebagai salah satu kota terbaik dalam pengelolaan sampah dan kebersihan,” jelas Sadewo memungkas sambutannya.


