Kekeringan yang melanda Waduk Tempuran di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membawa berkah tersendiri bagi warga di sekitarnya. Menyusutnya volume air waduk membuat sebagian dasar waduk mengering dan terbuka, sehingga warga dapat memanfaatkannya sebagai lahan bercocok tanam, antara lain untuk menanam jagung dan cabai.
Waduk Tempuran merupakan salah satu tampungan air yang berada di wilayah Kabupaten Blora dan biasa dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan air di sekitarnya. Ketika musim kemarau datang dan curah hujan berkurang, permukaan air waduk turun dan area yang biasanya terendam mulai muncul ke permukaan. Lahan bekas genangan itulah yang kemudian dimanfaatkan warga.
Menurut informasi yang dihimpun, warga sekitar memanfaatkan kondisi tersebut untuk menanam jagung dan cabai di area yang mengering. Bagi mereka, lahan yang muncul saat kemarau menjadi peluang tambahan untuk bercocok tanam, di tengah keterbatasan lahan garapan yang biasa mereka kelola.
Pemanfaatan dasar waduk saat air menyusut bukan hal baru di sejumlah daerah. Ketika debit air menurun, sebagian warga yang tinggal di sekitar waduk atau embung biasanya menanami lahan yang mengering dengan tanaman semusim berumur pendek, seperti jagung, cabai, dan sejumlah palawija lain. Pola ini dianggap menguntungkan karena lahan tersebut hanya tersedia pada periode tertentu dan akan kembali terendam saat musim hujan tiba.
Meski demikian, kekeringan pada Waduk Tempuran tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Menyusutnya air waduk menandakan berkurangnya cadangan air, yang pada gilirannya dapat memengaruhi fungsi waduk sebagai sumber air bagi kebutuhan warga maupun lahan pertanian di sekitarnya. Karena itu, pemanfaatan lahan kering di dasar waduk lebih tepat dipandang sebagai upaya warga memanfaatkan peluang di tengah musim kemarau, bukan sebagai solusi atas persoalan kekeringan itu sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai luas lahan yang dimanfaatkan warga maupun perkiraan hasil panen dari tanaman jagung dan cabai tersebut. Warga berharap curah hujan segera kembali normal agar pasokan air ke Waduk Tempuran pulih, sekaligus agar tanaman yang mereka tanam di lahan kering dapat tumbuh dengan baik sebelum area tersebut kembali terendam.


