• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banyumas

62 Guru SD-MI Kembaran Ikuti Talkshow TKA, Susun 60 Butir Soal dari CP hingga Praktik

by Renae Browning
Oktober 2, 2026
in Banyumas
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebanyak 62 guru kelas VI dari 39 SD dan MI di Kecamatan Kembaran mengikuti talkshow penyusunan soal TKA di Aula Asoka d’Garden Hall & Resto. Kegiatan itu menjadi forum belajar bersama bagi guru kelas VI untuk memperkuat pemahaman mengenai TKA, mulai dari fondasi kurikulum hingga praktik menyusun butir soal. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis, tetapi juga diajak memahami karakteristik soal sekaligus mempraktikkan penyusunannya agar lebih dekat dengan kompetensi yang hendak diukur.

Kegiatan tersebut dihadiri Korwilcam Dindik Kecamatan Kembaran Hery Supriyatno, M.Pd., Ketua K3S Kembaran Mulia Sujanti, S.Pd., beserta jajaran pengurus K3S, serta Ketua KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran Yusuf Yuniar Ratus, M.Pd. Narasumber yang memberikan materi adalah Rahmat Hidayat, S.Sos., S.Pd., M.Pd. Rangkaian kegiatan dipandu Indar Purbatin, S.Pd. selaku pembawa acara dan Ema Suryani, S.Pd. sebagai moderator.

Salah satu pembahasan utama dalam talkshow tersebut adalah pemahaman bahwa penyusunan soal tidak dapat dilepaskan dari fondasi kurikulum dan tujuan pembelajaran. Guru diajak melihat bahwa sebuah soal idealnya memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi yang hendak dicapai peserta didik. Narasumber mengajak peserta menelusuri alur tersebut secara runtut, dimulai dari Capaian Pembelajaran (CP), kemudian diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), hingga menentukan kemampuan yang akan diukur melalui asesmen. Meski selama ini guru sebenarnya telah akrab dengan penyusunan berbagai bentuk soal untuk kebutuhan pembelajaran, melalui kegiatan tersebut peserta diajak melihat hubungan antara CP, TP, kompetensi yang diukur, karakteristik soal, dan asesmen secara lebih sistematis.

Talkshow tersebut juga membahas alasan pelaksanaan TKA, persiapan sekolah, serta karakteristik soal yang perlu dipahami guru. Peserta diarahkan agar tidak memandang persiapan TKA hanya sebagai kegiatan melatih siswa mengerjakan soal. Persiapan tersebut justru perlu dimulai dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk memahami informasi, bernalar, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.

Setelah mendapatkan penguatan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta dibagi dalam kelompok untuk menyusun soal dari dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Setiap kelompok ditargetkan menghasilkan 60 butir soal yang terbagi dalam beberapa bentuk. Untuk masing-masing mata pelajaran, peserta menyusun 10 soal pilihan ganda (PG), 10 soal pilihan ganda kompleks atau Multiple Choice Multiple Answer (MCMA), dan 10 soal pilihan ganda kategori. Dengan demikian, praktik tersebut menghasilkan 30 butir soal Bahasa Indonesia dan 30 butir soal Matematika, sekaligus memberikan pengalaman kepada guru untuk menyesuaikan bentuk soal dengan kemampuan yang hendak diukur.

Dalam praktik itu, guru langsung berhadapan dengan proses menentukan materi, merumuskan stimulus, menyusun pertanyaan, menentukan pilihan jawaban, serta mempertimbangkan kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran. Kehadiran 62 guru dari 39 SD dan MI tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi juga ruang membangun kesamaan pemahaman antarguru kelas VI di Kecamatan Kembaran. Diskusi kelompok memberi kesempatan peserta bertukar pengalaman mengenai penyusunan asesmen, sehingga penyusunan soal tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan individual, melainkan dapat dikembangkan melalui diskusi, telaah, dan berbagi pengalaman. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pembahasan fondasi penyusunan soal menjadi bagian yang membuka wawasan. “Selama ini kami sudah sering membuat soal, tetapi melalui kegiatan ini kami menjadi lebih memahami bagaimana soal itu seharusnya diturunkan dari kompetensi dan tujuan pembelajaran. Penjelasannya membuat kami lebih memahami alasan di balik penyusunan sebuah soal,” ujarnya.

Ketua KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran, Yusuf Yuniar Ratus, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan bekal yang lebih konkret kepada guru dalam menghadapi TKA. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya KKG Guru Kelas VI Kecamatan Kembaran memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas penyusunan asesmen, serta membangun kesiapan sekolah dalam mendampingi peserta didik menghadapi TKA. Dari CP dan TP, guru diajak memahami kompetensi yang hendak diukur, kemudian menerjemahkannya menjadi soal yang sesuai karakteristik asesmen. Sebanyak 62 guru dari 39 sekolah tersebut pun tidak hanya pulang membawa materi, tetapi juga pengalaman menyusun soal secara langsung sekaligus kesempatan menyamakan persepsi dengan sesama guru kelas VI.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Unsoed Purwokerto Ganti Empat Wakil Rektor Usai OTT KPK

3 minggu ago

256 Penggalang Baru SMPN 1 Baturraden Ikuti Perjusa untuk Bentuk Karakter dan Kemandirian

2 bulan ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In