Sebanyak 256 siswa baru SMP Negeri 1 Baturraden mengikuti Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang digelar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para penggalang baru dengan nilai-nilai kepramukaan, sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kekompakan.
Perjusa dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 1 Baturraden sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), Tri Agus Haryatno. Dalam sambutannya, ia memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan menjadikan pengalaman selama perkemahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Menurut Tri Agus, format perkemahan dipilih agar peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai kepramukaan. “Kegiatan tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah. Melalui berbagai tantangan dan aktivitas kelompok, para penggalang baru ditempa untuk mampu bekerja sama, berkomunikasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri,” ujarnya.
Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai materi dan tantangan kepramukaan, seperti pos penciuman, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tali-temali, pionering, serta yel-yel. Materi-materi tersebut dikemas dalam bentuk aktivitas yang mendorong peserta untuk aktif bergerak, berpikir, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan anggota regunya.
Kegiatan pos penciuman menjadi salah satu aktivitas yang mengasah kepekaan dan ketelitian peserta. Sementara itu, latihan PBB menanamkan kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan mengikuti instruksi. Materi tali-temali dan pionering memberikan pengalaman teknis yang menjadi bagian penting dalam keterampilan kepramukaan. Tidak kalah penting, yel-yel menjadi ruang bagi peserta untuk menumbuhkan kreativitas dan membangun semangat kebersamaan.
Tri Agus Haryatno berharap Perjusa dapat memberikan pengalaman awal yang kuat bagi para penggalang baru dalam mengenal nilai-nilai kepramukaan. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para peserta,” lanjutnya. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan selama perkemahan, tetapi juga menjadi kebiasaan positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian Perjusa, para penggalang baru diharapkan semakin siap menjadi bagian aktif dari Gerakan Pramuka. “Perjusa semoga menjadi langkah awal bagi para penggalang baru SMP Negeri 1 Baturraden untuk memasuki perjalanan panjang dalam dunia kepramukaan. Dari lapangan sekolah, mereka belajar bahwa Pramuka bukan sekadar seragam dan kegiatan perkemahan, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebersamaan,” pungkasnya.


