Pemerintah Kabupaten Kebumen memulai rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-397 dengan menggelar tradisi ziarah ke makam para pemimpin terdahulu, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan sakral ini menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan di bumi Kebumen. Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rute ziarah diawali di makam Ki Ageng Bodronolo yang terletak di Desa Karangkembang, Kecamatan Alian. Di lokasi tersebut, Bupati dan rombongan disambut hangat oleh Forkopimcam Alian dan Pemerintah Desa Karangkembang. Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh juru kunci makam, kemudian diakhiri dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan terakhir.
Usai dari makam Ki Ageng Bodronolo, rombongan melanjutkan perjalanan ke kompleks makam leluhur dan bupati terdahulu lainnya, di antaranya KRT Kolopaking, KPA Bumidirdjo, dan KRT Arungbinang. Sejarah pemerintahan Kebumen sendiri memiliki akar panjang, berawal dari masa Kadipaten pada era Ki Ageng Bodronolo, dilanjutkan oleh Hastrosuto, serta rentetan kepemimpinan keluarga besar Kalapaking dan Arungbinang hingga masa modern.
Ki Ageng Bodronolo merupakan figur historis yang memegang peran penting dalam sejarah awal Kebumen sebagai Bupati pertama Panjer. Sebagai orang kepercayaan Sultan Agung Mataram, ia memiliki andil besar dalam menyuplai logistik bagi pasukan Mataram saat penyerangan ke Batavia. Peran strategisnya menjadikan namanya abadi dalam catatan sejarah Kebumen.
Di balik kisah kepemimpinannya, Desa Karangkembang di Kecamatan Alian menyimpan cerita unik. Setelah masa baktinya berakhir, Ki Ageng Bodronolo memilih hidup sebagai pertapa atau mandito di Gunung Geong. Saat membuka lahan atau babat alas, ia menemukan banyak pohon kolang-kaling. Dari sisa-sisa pembersihan tersebut, justru tumbuh subur aneka bunga atau kembang dalam bahasa Jawa, yang kemudian menginspirasi penamaan Desa Karangkembang. Di kompleks desa ini pula terdapat petilasan Sendang Beji Kuwarasan yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup sang tokoh.
Melalui tradisi ziarah tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap semangat perjuangan, keteladanan, dan dedikasi para leluhur dapat terus hidup menginspirasi generasi masa kini. Nilai-nilai luhur tersebut diharapkan menjadi pendorong dalam membangun Kebumen yang lebih maju dan sejahtera. Kegiatan ziarah ini sekaligus menjadi pengingat akan akar sejarah dan identitas budaya yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat Kebumen.


