Warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dilaporkan berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi dengan menggunakan mobil pribadi. Hal ini terjadi setelah sejumlah perusahaan otobus (PO) tidak berani menyewakan bus untuk kepentingan aksi tersebut. Belum diketahui secara pasti kapan keberangkatan dilakukan, namun informasi yang beredar menyebutkan bahwa rombongan warga telah berangkat pada hari yang sama dengan jadwal aksi di ibu kota.
Biasanya, rombongan demonstran dari daerah kerap menggunakan bus sewaan untuk menuju Jakarta. Namun, kali ini, para warga memilih menggunakan kendaraan pribadi secara mandiri. Sejumlah PO dikabarkan menolak memberikan layanan penyewaan bus dengan alasan yang belum jelas. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PO maupun asosiasi perusahaan otobus mengenai penolakan tersebut.
Aksi demo yang direncanakan tersebut tampaknya tetap berlangsung meskipun ada kendala transportasi. Warga yang berangkat terlihat menggunakan mobil pribadi, baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Mereka tampak berkumpul di titik-titik tertentu sebelum berangkat bersama-sama ke Jakarta. Beberapa warga mengaku tetap bersemangat untuk menyuarakan aspirasinya meskipun harus menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi.
Sikap PO yang tidak berani menyewakan bus ini menjadi sorotan. Beberapa pengamat menilai hal ini menunjukkan adanya tekanan atau kekhawatiran dari pihak perusahaan angkutan terhadap aksi demo. Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak keamanan maupun pemerintah daerah. Warga pun diimbau untuk tetap menjaga ketertiban selama mengikuti aksi.
Kejadian ini menjadi perhatian karena biasanya aksi demo ke Jakarta selalu difasilitasi dengan bus sewaan. Dengan menggunakan mobil pribadi, perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat warga untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut. Belum ada informasi mengenai jumlah pasti warga yang berangkat maupun rute yang dilalui.


