Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SD Negeri 1 Parungkamal, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, berlangsung khidmat pada tahun 2026. Seluruh siswa dan guru mengikuti upacara yang dilaksanakan di halaman sekolah dengan tertib. Petugas upacara berasal dari siswa kelas 4A, yang diberi kepercayaan untuk memimpin jalannya kegiatan. Keterlibatan siswa sebagai petugas menjadi bagian dari pembelajaran karakter, mengembangkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada peserta didik. Nilai kejujuran, disiplin, kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan kecintaan terhadap bangsa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kebersamaan tercipta di antara seluruh warga sekolah, dengan para guru memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Ketua Mabigus SD Negeri 1 Parungkamal, Ary Kurniawan, S.Pd. SD., menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi langkah untuk memperkuat organisasi kepramukaan dalam mendukung pembangunan bangsa. “Memantapkan langkah organisasi mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Menurut Ary, semangat kepramukaan harus diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial.
Senada dengan itu, Yani Wahyu Wardoyo menegaskan bahwa Hari Pramuka bukan sekadar perayaan tahunan. “Ini adalah momen penting untuk merawat nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan rasa cinta tanah air yang tertuang dalam Trisatya dan Dasa Darma. Kita ingin generasi muda hari ini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan peduli terhadap sesama di tengah derasnya arus modernisasi,” katanya. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka agar siswa mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.
Pembina Gudep Putri, Siti Muslikha, S.Pd., juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kepramukaan. “Melalui semangat kepramukaan, kami dilatih untuk hidup mandiri, terbiasa bekerja sama, dan selalu siap sedia mengabdi kepada masyarakat. Di Hari Pramuka ini, kami berharap anak-anak muda seusia kami bisa terus berkarya positif, menjauhi hal-hal negatif, dan membuktikan bahwa Pramuka adalah wadah nyata untuk mencetak pemimpin masa depan yang bertanggung jawab,” tuturnya.
Keterlibatan siswa kelas 4A sebagai petugas upacara menjadi pembelajaran nyata. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diberi kepercayaan untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan. Hal ini membangun rasa percaya diri dan mengajarkan bahwa setiap tugas membutuhkan persiapan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai, dan nilai-nilai yang disampaikan diharapkan terus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di sekolah dan masyarakat.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Generasi muda sebagai penerus bangsa perlu mendapatkan pembiasaan positif sejak usia dini agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, peduli sosial, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia Emas 2045.


