KEBUMEN – Kebumen Culture Fest 2026 yang digelar di Pendopo Kabumian kembali menampilkan beragam kerajinan lokal, salah satunya stan Pandanus Moeza yang menyedot perhatian pengunjung. Usaha anyaman pandan asal Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen ini memamerkan produk-produk yang telah menembus pasar internasional, seperti Malaysia dan Australia.
Bagi masyarakat Kebumen, daun pandan bukan sekadar tanaman liar di tepian halaman dan ladang. Di tangan perajin lokal, daun pandan disulap menjadi lembaran-lembaran bernilai seni tinggi. Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, mulai dari pemilihan daun terbaik, pengeringan, pemilahan, hingga dianyam dengan penuh kesabaran. Usaha yang dikelola secara mandiri oleh Muzayanah ini memproduksi berbagai kebutuhan fesyen dan gaya hidup, seperti dompet, tas, hingga sandal.
Keunggulan produk Pandanus Moeza terletak pada proses pembuatannya yang serba manual menggunakan tangan (handmade) tanpa bantuan mesin, sehingga menghasilkan kesan natural dan autentik. “Kami memang mandiri, bukan dari kelompok. Alhamdulillah, tahun ini diundang lagi di Kebumen Culture Festival. Sebenarnya saya tadinya dari kelompok, tapi karena sudah lansia, biar yang muda-muda saja. Jadi saya bawa usaha sendiri,” ujar Muzayanah saat ditemui di lokasi pameran.
Berkat kualitas dan keunikan desain, jangkauan pasar produk anyaman ini telah meluas hingga ke Malaysia dan Australia. Menariknya, dengan kualitas ekspor tersebut, produk-produk Pandanus Moeza tetap ditawarkan dengan harga terjangkau, yakni bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per buah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin memiliki kerajinan berkualitas internasional dengan harga lokal.
Di tengah persaingan kerajinan pandan yang kian kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Tasikmalaya dan Jogja—meskipun bahan mentahnya banyak disuplai dari Grenggeng—Muzayanah tetap optimis. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpelaku usaha lokal. Dalam menjalankan usahanya, ia turut memberdayakan perajin sekitar secara fleksibel berdasarkan volume pesanan yang masuk. “Harapan-harapan dari kami itu ya sama-sama pengrajin anyaman bermitra. Ketika ada kekurangan bisa memesan ke pelaku lain, intinya kolaborasi,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung atau memesan produk kerajinan tangan ini, Pandanus Moeza berlokasi di Grenggeng, RT 05 RW 06, Karanganyar, Kebumen. Informasi lebih lanjut dan pemesanan dapat melalui akun Instagram @muzayanah_yana serta Facebook Yana Muzayanah. Kehadiran usaha ini tidak hanya melestarikan kerajinan tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal Kebumen mampu bersaing di kancah global.


