BANJARNEGARA — Sejumlah warga di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan. Langkah itu diambil karena wilayah Banjarnegara hingga kini masih dilanda kekeringan, sementara sejumlah daerah lain disebut sudah mulai diguyur hujan.
Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan secara berjamaah untuk meminta hujan kepada Allah SWT ketika suatu daerah mengalami kemarau panjang dan kekeringan. Praktik ini merupakan bagian dari tradisi keagamaan yang lazim dilakukan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia saat musim kemarau berkepanjangan, biasanya digelar di lapangan terbuka atau masjid dengan diikuti warga dari berbagai kalangan.
Kondisi di Banjarnegara menjadi perhatian karena perbedaan cuaca dengan daerah lain. Ketika sebagian wilayah sudah menerima hujan, Banjarnegara justru masih kering. Perbedaan pola hujan antardaerah memang kerap terjadi pada masa peralihan musim, ketika distribusi hujan tidak merata dan sebagian kawasan masih tertahan dalam kondisi kering.
Kekeringan yang berlanjut berdampak langsung pada kehidupan warga, terutama mereka yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian dan perkebunan. Ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk lahan pertanian menjadi persoalan utama ketika hujan tak kunjung turun. Karena itu, selain upaya ikhtiar melalui doa, warga berharap kondisi cuaca segera membaik.
Salat Istisqa sendiri umumnya diawali dengan imbauan kepada warga untuk memperbanyak istigfar, bersedekah, serta memperbaiki hubungan antarsesama sebelum pelaksanaan salat. Rangkaian ibadah ini dipandang bukan sekadar permohonan hujan, tetapi juga momentum untuk muhasabah atau introspeksi diri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah peserta maupun lokasi pasti pelaksanaan salat Istisqa di Banjarnegara. Namun, gelaran ibadah bersama itu menegaskan bahwa persoalan kekeringan masih menjadi kenyataan yang dihadapi sebagian warga, meski daerah lain sudah mulai mendapatkan hujan.
Warga berharap hujan segera turun agar aktivitas sehari-hari, terutama di sektor pertanian, dapat kembali berjalan normal dan krisis air yang melanda sejumlah kawasan bisa segera teratasi.


