Kapolresta Banyumas memastikan bahwa kabar yang menyebut adanya 26 bus berangkat dari wilayahnya menuju Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi adalah hoaks. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat.
Dalam klarifikasinya, Kapolresta menegaskan bahwa tidak ada keberangkatan bus dalam jumlah besar seperti yang disebutkan. Informasi tersebut dinilai tidak memiliki dasar kebenaran dan hanya bertujuan untuk mengganggu ketenangan publik.
Kapolresta mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas sumbernya. Ia juga meminta warga untuk tidak ikut menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan.
Pihak kepolisian akan melakukan penelusuran terhadap penyebar informasi hoaks tersebut. Langkah hukum akan diambil jika ditemukan pelanggaran sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kapolresta juga mengajak warga untuk selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi kepolisian.


