Peresmian Jembatan Garuda di Dusun Kesal, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (13/8/2026) menandai berakhirnya kekhawatiran puluhan anak sekolah dan warga yang selama ini harus menyeberang derasnya Sungai Tajum. Jembatan gantung ini diresmikan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia bersamaan dengan peluncuran 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih di seluruh negeri.
Sebelum jembatan berdiri, warga dan anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi aliran sungai secara langsung melalui jalan setapak yang licin, terutama saat musim hujan. Jika sungai meluap, mereka harus memutar jalan yang sangat jauh untuk mencapai tujuan. Kondisi ini menimbulkan risiko kecelakaan yang tinggi setiap harinya.
Pak Trimanto, warga setempat, mengungkapkan rasa syukurnya atas hadirnya infrastruktur vital tersebut. “Anak-anak sekolah dan warga yang mau ke pasar selama ini lewat jalan setapak di atas kali yang licin saat musim hujan, sangat berisiko kecelakaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jembatan ini menjadi penghubung antardusun yang kini jauh lebih aman. “Sekarang akses anak-anak berangkat sekolah jadi jauh lebih aman dan warga tidak perlu takut lagi saat harus melintas,” ucapnya.
Pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari tahap III dan IV yang menyasar empat desa prioritas. Selain Desa Darmakradenan, desa lain yang menerima manfaat adalah Desa Kalibagor, Desa Windunegara, dan Desa Cingebul. Proyek ini dikerjakan secara gotong royong oleh TNI, khususnya Korem 071/Wijayakusuma dan Kodim 0701/Banyumas, bersama warga setempat hingga selesai tepat waktu.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit TNI dan babinsa yang terlibat. “Dengan hadirnya Jembatan Garuda ini kami berharap akses pendidikan bagi putra-putri kita menjadi lebih aman dan lancar,” ujarnya. Ia juga menekankan dampak ekonomi yang positif. “Distribusi hasil pertanian warga dapat berjalan lebih efisien, akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Darmakradenan dan sekitarnya dapat tumbuh lebih baik,” katanya.
Peresmian jembatan ini dihadiri langsung oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir, serta Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan.
Dengan beroperasinya Jembatan Garuda, warga Desa Darmakradenan dan sekitarnya kini dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat ke depannya.


