Semangat ibu-ibu di Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, untuk memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an terlihat dari kegiatan belajar bersama Kantor Urusan Agama (KUA). Pembelajaran kali ini menggunakan Metode Yanbu’a, sebuah pendekatan yang menekankan ketepatan bacaan secara bertahap.
Kegiatan tersebut menyasar kaum ibu yang ingin meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Antusiasme peserta menjadi bagian penting dari jalannya pembelajaran, karena metode Yanbu’a menuntut ketelatenan dan latihan berulang agar bacaan sesuai kaidah tajwid dan makhraj huruf.
Metode Yanbu’a merupakan salah satu metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang cukup dikenal di Indonesia. Metode ini disusun secara berjenjang, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, bacaan pendek, hingga ayat-ayat yang lebih panjang. Penekanannya terletak pada bacaan yang tartil, tepat panjang-pendeknya, serta benar dalam melafalkan setiap huruf.
Dalam praktiknya, pembelajaran dengan metode ini biasanya dilakukan secara klasikal maupun kelompok kecil. Peserta menyimak contoh bacaan dari pengajar, lalu menirukan dan menyetorkan bacaan secara bergantian. Pola seperti ini memudahkan peserta yang belum lancar untuk mengikuti langkah demi langkah tanpa merasa terbebani.
Keterlibatan KUA dalam kegiatan semacam ini sejalan dengan fungsi instansi Kementerian Agama di tingkat kecamatan, yang antara lain melakukan pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Pembinaan tersebut menyentuh berbagai kelompok, termasuk majelis taklim dan perkumpulan ibu-ibu di lingkungan kelurahan.
Bagi para peserta, belajar membaca Al-Qur’an di usia dewasa bukan hal yang mudah. Karena itu, suasana kebersamaan dalam kelompok dinilai membantu menjaga semangat dan konsistensi latihan dari pertemuan ke pertemuan.
Kegiatan di Purwokerto Lor ini menjadi salah satu gambaran bagaimana pembelajaran Al-Qur’an bagi orang dewasa terus berjalan di tengah masyarakat, dengan pendampingan dari lembaga keagamaan setempat.


