Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blora akhirnya memberikan tanggapan terkait viralnya kabar seorang tukang tambal ban yang dituding memiliki mobil sehingga bantuan sosial (bansos) yang diterimanya dihentikan. Isu ini mencuat di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinsos Blora menegaskan bahwa penyaluran bansos selalu dilakukan berdasarkan data yang valid dan prosedur yang berlaku. Setiap penerima manfaat harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal kepemilikan aset seperti kendaraan bermotor. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka status penerima akan dievaluasi ulang.
Viralnya informasi ini berawal dari unggahan warga yang menyebutkan bahwa seorang tukang tambal ban di wilayah Blora kedapatan memiliki mobil pribadi, sehingga diduga layak menerima bansos. Tak lama kemudian, kabar beredar bahwa bansos yang bersangkutan disetop oleh Dinsos. Hal ini memicu beragam komentar dari netizen, sebagian mendukung keputusan Dinsos, sebagian lainnya mempertanyakan kejelasan proses verifikasi.
Kepala Dinsos Blora dalam klarifikasinya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi internal terkait kasus tersebut. Proses verifikasi dilakukan dengan mendatangi lokasi dan memeriksa kondisi ekonomi penerima secara langsung. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan bansos tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui musyawarah dan pertimbangan dari berbagai pihak terkait.
Lebih lanjut, Dinsos Blora mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Setiap pengaduan atau laporan tentang penyalahgunaan bansos akan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan melalui saluran resmi agar dapat diproses lebih lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama dalam penyaluran bantuan sosial. Data yang akurat dan tepat sasaran menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan. Dinsos Blora berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem verifikasi dan memastikan tidak ada warga yang salah sasaran, baik yang seharusnya menerima maupun yang tidak berhak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak tukang tambal ban yang bersangkutan. Namun, Dinsos Blora memastikan bahwa proses klarifikasi masih berjalan dan hasilnya akan diumumkan kepada publik untuk menjaga keterbukaan informasi.

