DPRD Kabupaten Kebumen menggelar rapat paripurna yang membahas berbagai isu strategis pembangunan daerah. Dalam rapat tersebut, salah satu isu yang mencuat adalah penguatan ekonomi kreatif sebagai langkah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Rapat paripurna merupakan agenda rutin DPRD untuk menyerap aspirasi dan merumuskan kebijakan. Pada kesempatan ini, para wakil rakyat menyoroti potensi ekonomi kreatif yang dinilai belum optimal dikembangkan di Kebumen.
Ekonomi kreatif mencakup sektor-sektor seperti kerajinan, kuliner, fashion, musik, dan seni pertunjukan. Kebumen memiliki banyak potensi lokal yang bisa diangkat, seperti batik, anyaman, makanan khas, dan kesenian tradisional.
Para anggota DPRD mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor ini. Dukungan yang dibutuhkan antara lain berupa akses permodalan, pelatihan keterampilan, serta fasilitasi pemasaran produk-produk kreatif.
Penguatan ekonomi kreatif diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, sektor ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang dapat mendatangkan pengunjung ke Kebumen.
Dalam pembahasan tersebut, DPRD juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi. Sinergi ini diperlukan agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan terarah dan berkelanjutan.
Meski belum ada keputusan final, pembahasan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku ekonomi kreatif di Kebumen. Diharapkan langkah konkret segera diambil untuk merealisasikan penguatan sektor ini demi kesejahteraan masyarakat.


