Bupati Banyumas Sadewo menjanjikan layanan Trans Banyumas akan kembali beroperasi paling lambat awal Oktober mendatang. Janji tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah daerah menghidupkan kembali transportasi umum yang sempat terhenti. Namun, kali ini operasionalnya akan disertai dengan pemangkasan sejumlah koridor untuk menyesuaikan kebutuhan dan efisiensi.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam rute layanan bus rapid transit (BRT) di Kabupaten Banyumas. Pemangkasan koridor dinilai perlu dilakukan agar pengoperasian lebih fokus pada jalur yang diminati masyarakat, sekaligus mengurangi beban biaya operasional. Bupati menekankan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja layanan sebelumnya.
Trans Banyumas merupakan moda transportasi umum yang dihadirkan pemerintah kabupaten untuk memfasilitasi mobilitas warga, terutama di dalam kota Purwokerto dan sekitarnya. Sejak diluncurkan, layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Namun, operasionalnya sempat terhenti, sehingga banyak penumpang setia yang menantikan kepastian kapan layanan kembali aktif.
Dengan adanya pemangkasan koridor, sejumlah rute yang dianggap kurang produktif akan dihilangkan atau digabung dengan rute lain. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi kedatangan bus di koridor yang masih beroperasi, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat waktu. Bupati Sadewo memastikan bahwa armada yang digunakan telah siap dan dalam kondisi layak jalan untuk melayani masyarakat kembali.
Pemerintah kabupaten juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait penyesuaian rute ini. Evaluasi akan terus dilakukan agar Trans Banyumas benar-benar menjawab kebutuhan transportasi publik di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk memantau pengumuman resmi mengenai detail koridor yang dipangkas dan jadwal operasional terbaru.
Kepastian ini diharapkan membawa angin segar bagi pengguna transportasi umum di Banyumas. Dengan layanan yang lebih efisien, Trans Banyumas diharapkan mampu kembali menjadi tulang punggung mobilitas warga, mengurangi kemacetan, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


