Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Jatisaba berlangsung dengan semangat gotong royong yang kental. Tiga jenjang pendidikan, yaitu Kelompok Bermain (KB) Budi Mulya, TK Pertiwi Jatisaba, dan SD Negeri 2 Jatisaba, berkolaborasi menggelar kegiatan keagamaan bersama di lapangan Desa Jatisaba pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh murid, dewan guru, serta wali murid dari ketiga lembaga, dengan mengusung tema “Mempererat Ukhuwah Islamiah dan Memperbanyak Sedekah kepada Sesama”.
Kolaborasi lintas jenjang ini menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam menanamkan nilai gotong royong sejak usia dini. Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Wantoro, S.Pd.SD., menjelaskan bahwa kegiatan bersama antara KB, TK, dan SD memiliki nilai lebih karena seluruh pihak dapat saling membantu sekaligus berbagi dalam suasana kebersamaan. Menurutnya, semangat gotong royong yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi ladang sedekah bagi siapa saja yang terlibat, baik melalui tenaga, pikiran, waktu, maupun dukungan lainnya. Ia menilai pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mempertemukan anak-anak dengan nilai sosial dan keagamaan.
“Dengan bergotong royong melalui kegiatan yang dikemas dalam bentuk kolaborasi tiga jenjang pendidikan, KB, TK, dan SD, kita menjadikan kegiatan ini sebagai ladang sedekah. Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita juga belajar mempererat ukhuwah Islamiah dan memperbanyak sedekah kepada sesama,” ujar Wantoro di sela-sela sambutannya. Ia berharap kebiasaan bekerja sama tersebut dapat terus dipelihara sehingga anak-anak sejak dini memahami bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan Desa Jatisaba memiliki latar belakang tersendiri. Halaman SD Negeri 2 Jatisaba untuk sementara disterilkan dari aktivitas pembelajaran karena sedang berlangsung kegiatan rehabilitasi gedung sekolah. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat ketiga lembaga untuk tetap melaksanakan kegiatan bersama. Kepala KB Budi Mulya, Sohiroh, menyampaikan bahwa penggunaan tempat alternatif justru memperlihatkan kuatnya semangat kolaborasi yang selama ini telah dibangun. Menurutnya, kegiatan bersama antara KB, TK, dan SD bukan merupakan hal baru, melainkan praktik baik yang telah berjalan sejak Wantoro memimpin SD Negeri 2 Jatisaba.
“Kegiatan kolaborasi ini bukan hal yang baru bagi kami. Sudah kita jalankan sejak kepemimpinan Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Bapak Wantoro. Ide dan gagasan ini sangat cemerlang, dan kami selalu mendukung praktik baik seperti ini,” kata Sohiroh. Ia menilai kebersamaan antarlembaga menjadi kekuatan tersendiri dalam memberikan pengalaman pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak, karena mereka tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga belajar berinteraksi, berbagi ruang, dan merasakan suasana kebersamaan dalam satu kegiatan.
Hikmah Maulid Nabi kemudian disampaikan oleh Ustadz Rohmat, yang juga menjadi pembina kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di SD Negeri 2 Jatisaba. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Rohmat bersama Ustadz Nurafidzin diketahui merupakan alumni SD Negeri 2 Jatisaba. Kehadiran keduanya sekaligus menjadi bagian dari program “Alumni Mengajar” yang dikembangkan SD Negeri 2 Jatisaba, sehingga hubungan antara sekolah dan para alumninya dapat terus terjalin serta memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang memiliki akhlak mulia dan patut kita jadikan teladan. Anak-anak perlu mengenal sejarah kelahiran beliau sekaligus belajar mencontoh akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, berbuat baik, menyayangi sesama, dan memiliki kepedulian terhadap orang lain,” pesan Ustadz Rohmat. Suasana semakin interaktif ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Ustadz Rohmat dan para murid dari ketiga jenjang. Anak-anak tampak antusias menyampaikan jawaban maupun pertanyaan dengan bahasa sederhana sesuai usia mereka. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Rohmat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jatisaba meninggalkan pesan bahwa kolaborasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari sebuah kegiatan sederhana, tiga jenjang pendidikan dapat berjalan bersama, mempererat silaturahmi, menanamkan nilai keagamaan, dan menghidupkan kembali budaya gotong royong. Tiga jenjang pendidikan, satu langkah kebersamaan; dari Jatisaba, semangat gotong royong tumbuh menjadi pendidikan karakter bagi generasi masa depan.


