Perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada dilaporkan gagal, mendorong pemerintah Kanada untuk menyiapkan tarif balasan serta mempertimbangkan langkah pemutusan aliran listrik ke AS sebagai bagian dari strategi negosiasi. Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya kebijakan proteksionis yang diterapkan oleh pemerintahan AS terhadap sejumlah produk impor, termasuk dari negara tetangganya tersebut.
Kanada, yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama AS, menilai kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Washington tidak adil dan merugikan perekonomiannya. Sebagai respons, Ottawa mengancam akan melakukan pembalasan dengan mengenakan tarif pada produk-produk AS, serta mempertimbangkan untuk memutus pasokan listrik ke beberapa negara bagian AS yang sangat bergantung pada energi dari Kanada.
Langkah pemutusan aliran listrik ini dipandang sebagai senjata ekonomi yang potensial, mengingat sejumlah negara bagian seperti New York, Vermont, dan Maine mengimpor listrik dalam jumlah besar dari Kanada. Jika dijalankan, kebijakan ini dapat menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan energi AS dan memicu kenaikan harga listrik bagi konsumen di wilayah tersebut.
Meskipun belum ada keputusan final, sumber-sumber internal menyebutkan bahwa pemerintah Kanada sedang mengkaji secara mendalam dampak dari pemutusan listrik tersebut, termasuk potensi risiko terhadap hubungan bilateral dan stabilitas pasokan energi. Selain itu, Ottawa juga tengah menyusun daftar produk AS yang akan dikenai tarif balasan, dengan tujuan memberikan tekanan ekonomi yang seimbang tanpa memicu eskalasi yang tidak terkendali.
Para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat memicu perang dagang yang lebih luas dan merugikan kedua negara. Kanada adalah pemasok minyak dan listrik terbesar bagi AS, sehingga langkah balasan dari Ottawa berpotensi berdampak signifikan pada perekonomian AS, terutama di sektor energi dan manufaktur yang bergantung pada bahan baku dan energi murah dari Kanada.
Sementara itu, pemerintah AS belum memberikan respons resmi terhadap ancaman Kanada. Namun, pejabat AS sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan jika Kanada benar-benar melakukan pembalasan. Ketegangan ini mengejutkan banyak pihak karena kedua negara selama ini dikenal sebagai sekutu dekat dan mitra dagang yang saling menguntungkan.
Situasi ini masih terus berkembang, dan para pengamat berharap kedua negara dapat kembali ke meja perundingan untuk menghindari dampak yang lebih buruk. Masyarakat di wilayah perbatasan, terutama yang bergantung pada energi lintas batas, akan merasakan dampak langsung jika ketegangan ini berlanjut. Sementara itu, dunia internasional akan mengawasi perkembangan ini dengan cermat, karena hasilnya dapat memengaruhi dinamika perdagangan global secara lebih luas.


