Seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Responsif dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bagus Nur Virgianto, menggelar sosialisasi pemanfaatan Assessment Generator AI bagi para tenaga pendidik di SD Negeri 2 Sokawera, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut bertujuan untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam penyusunan instrumen penilaian siswa secara efisien dan modern.
Dalam sosialisasi itu, para guru diajak untuk memahami cara kerja Assessment Generator AI, sebuah platform digital yang dirancang untuk membuat rancangan evaluasi pembelajaran secara instan, presisi, dan terstruktur. Guru dapat memasukkan prompt atau instruksi spesifik untuk menghasilkan modul soal yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari cakupan materi, jenjang kelas, hingga tingkat kesulitan seperti Higher Order Thinking Skills (HOTS). Dengan demikian, proses administratif yang selama ini membebani tenaga pendidik dapat dipangkas secara signifikan, sehingga alokasi waktu untuk pengembangan metode pengajaran tatap muka menjadi lebih optimal.
Meskipun menawarkan kemudahan, Bagus menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan harus tetap dilandasi sikap kritis dan bertanggung jawab. Hasil yang dihasilkan oleh sistem berbasis algoritma wajib melalui tahapan verifikasi, penyelarasan kurikulum, serta validasi tingkat pemahaman peserta didik. Hal ini untuk memastikan bahwa instrumen evaluasi yang disusun tetap sesuai dengan standar pendidikan yang ideal dan tidak menggeser peran sentral guru sebagai pendidik.
Langkah ini merupakan manifestasi nyata dalam mendorong literasi digital yang bijak di lingkungan sekolah dasar. Sinergi antara kebutuhan praktis edukasi dan teknologi mutakhir diharapkan mampu membentuk paradigma kerja baru yang adaptif, tanpa mengorbankan kualitas serta integritas proses belajar mengajar. Kegiatan KKN Responsif ini menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam memodernisasi tata kelola administrasi pendidikan di daerah pedesaan.
“Kegiatan KKN Responsif ini ditujukan untuk memberikan perspektif baru bagi para guru di SD Negeri 2 Sokawera bahwa kecerdasan buatan hadir bukan untuk menggeser peran pengajar, melainkan sebagai mitra efisiensi kerja. Melalui pemanfaatan Assessment Generator AI , kami ingin membantu para pendidik agar proses penyusunan instrumen evaluasi dapat dilakukan secara lebih cepat, praktis, dan terukur tanpa mengabaikan relevansi materi,” ujar Bagus Nur Virgianto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan bahwa efektivitas penggunaan teknologi sangat bergantung pada kesiapan serta kejelian pengguna dalam mengolah hasilnya. “Penggunaan AI di ranah pendidikan harus dilandasi sikap yang kritis dan bertanggung jawab. Platform ini murni merupakan alat bantu pendukung ( supporting tool ). Kualitas akhir dari instrumen penilaian tetap sepenuhnya berada di tangan guru yang memahami dinamika dan tingkat kebutuhan nyata para siswa di kelas,” pungkas mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam tersebut.


