Pemerintah Kabupaten Kebumen akan membagikan 3.000 porsi nasi tempelang secara gratis kepada masyarakat pada puncak perayaan Hari Jadi ke-397 yang jatuh pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pembagian makanan khas tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya mempererat kedekatan antara pemerintah dan warga dalam rangkaian perayaan tahun ini.
Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Kebumen, Muhammad Al Ghaniy Akbar, yang juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan, menjelaskan rangkaian kegiatan dalam jumpa pers di Sasana Pambiwara Diskominfo Kebumen, Rabu (19/8/2026). Hadir mendampingi dalam kesempatan tersebut, Kepala Diskominfo Wahyu Siswanti dan Sekretaris Diskominfo Andri Kurniawan.
Menurut Al Ghaniy, perayaan tahun ini mengacu pada Perda No 3 Tahun 2018 yang menetapkan 21 Agustus sebagai hari jadi Kebumen, merujuk pada masa kepemimpinan Bodronolo. “Ini telah menjadi rutinitas Pemkab Kebumen. Setelah adanya Perda No 3 Tahun 2018, hari jadi diganti menjadi 21 Agustus, merujuk pada masa kepemimpinan Bodronolo yang ditetapkan sebagai hari lahir Kebumen yang kini berusia 397 tahun,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam leluhur pada Rabu pagi. Selanjutnya, agenda diisi dengan jamasan pusaka di Pendopo Kabumian pada Kamis, 20 Agustus 2026, yang bersifat simbolis sebagai wujud perawatan benda budaya. Kegiatan religius seperti doa bersama, yasinan, dan semaan Al-Qur’an juga dijadwalkan pada malam harinya.
Puncak perayaan pada Jumat, 21 Agustus 2026, dimulai dengan upacara menggunakan pakaian adat serta bahasa Jawa. Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan pertunjukan tari tradisional lawet cepetan, kuda lumping, dan ditutup dengan flashmob 397 penari. “Setelah upacara, kita akan melakukan kembul bujana atau makan bersama dengan menyediakan 3.000 porsi nasi tempelang secara gratis di halaman pendopo menggunakan tikar dan karpet bersama masyarakat. Menu ini dipilih sebagai simbol bahwa Pemkab Kebumen merasakan apa yang dirasakan rakyat, dan sebaliknya. Selain itu, ada pembagian gunungan hasil bumi sebagai simbol kedekatan pimpinan dengan masyarakat,” jelas Al Ghaniy.
Khusus mengenai menu, panitia menentukan pilihan nasi tempelang setelah melakukan evaluasi terkait kendala kesegaran makanan pada tahun sebelumnya. Rangkaian perayaan akan berlanjut pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dengan kirab budaya berjalan kaki yang dimulai dari pendopo pada pukul 13.00 WIB. Panitia telah menyiapkan pengamanan ekstra agar gunungan hasil bumi yang dibawa dapat mencapai garis finis sebelum dibagikan secara gratis kepada masyarakat.


