Rochmat, seorang pengrajin sol sepatu di Purwokerto, telah menekuni usahanya sejak 1976. Saat itu, ongkos untuk mengganti sol sepatu hanya Rp 100. Meski harga telah berubah seiring waktu, semangatnya dalam melayani pelanggan tidak pernah pudar.
Usaha sol sepatu ini merupakan salah satu usaha tradisional yang masih bertahan di tengah gempuran industri modern. Rochmat memulai usahanya lebih dari empat dekade lalu, ketika kondisi ekonomi masih sederhana. Dengan keterampilan yang dimilikinya, ia mampu memperbaiki berbagai jenis sepatu, mulai dari sandal hingga sepatu kerja.
Menurut Rochmat, dulu ongkos sol sepatu hanya Rp 100. Angka itu tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai uang saat ini. Namun, pada zamannya, Rp 100 sudah cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Kini, biaya sol sepatu tentu sudah jauh berbeda, tetapi Rochmat tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik.
Keberadaan usaha sol sepatu seperti milik Rochmat menjadi bukti bahwa keterampilan tradisional masih diminati. Banyak pelanggan setia yang datang karena kualitas pekerjaannya yang rapi dan tahan lama. Rochmat juga dikenal ramah dan selalu memberikan harga yang wajar.
Meskipun tidak ada data pasti mengenai jumlah pengrajin sol sepatu di Purwokerto, usaha seperti ini biasanya banyak ditemui di pasar-pasar tradisional. Rochmat sendiri bertahan dengan cara menjaga kepercayaan pelanggan. Ia tidak pernah ragu untuk memberikan saran tentang perawatan sepatu agar lebih awet.
Kisah Rochmat ini juga mengingatkan kita pada pentingnya melestarikan usaha kecil yang menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat. Di tengah maraknya produk impor, jasa perbaikan seperti sol sepatu tetap memiliki tempat di hati konsumen. Hal ini tidak lepas dari dedikasi para pengrajin seperti Rochmat.
Hingga kini, Rochmat masih setia membuka usahanya di Purwokerto. Meski usia telah bertambah, ia tetap bersemangat melayani setiap pelanggan yang datang. Baginya, kepuasan pelanggan adalah kebanggaan tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh materi.


