Perputaran uang selama Dieng Culture Festival diperkirakan mencapai Rp 70 miliar. Acara yang digelar di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ini diprediksi memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat.
Perkiraan tersebut muncul seiring dengan tingginya jumlah wisatawan yang hadir dalam festival budaya tahunan tersebut. Dieng Culture Festival dikenal sebagai ajang promosi wisata dan budaya yang menampilkan berbagai atraksi khas daerah.
Kegiatan ini biasanya berlangsung beberapa hari dan dimeriahkan dengan pertunjukan seni, upacara adat, serta pasar rakyat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah turut mendorong transaksi di sektor kuliner, penginapan, dan transportasi.
Meski belum ada rincian resmi, angka Rp 70 miliar tersebut memberikan gambaran besarnya potensi ekonomi dari penyelenggaraan festival. Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan event serupa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dieng Culture Festival merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung lama. Acara ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal seperti tradisi ruwatan rambut gimbal dan berbagai ritual lainnya.
Dengan perputaran uang yang besar, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian warga sekitar. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun diuntungkan dengan meningkatnya permintaan selama acara berlangsung.
Ke depan, pemerintah dan panitia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar manfaatnya semakin terasa. Koordinasi yang baik antara berbagai pihak diperlukan untuk memastikan kelancaran acara dan keamanan pengunjung.


