Universitas Terbuka (UT) Purwokerto dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan ke sastrawan Ahmad Tohari untuk membahas riset mengenai RM Margono dan budaya literasi. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk menggali sejarah dan memperkuat tradisi literasi di Indonesia.
Ahmad Tohari, yang dikenal luas melalui novel “Ronggeng Dukuh Paruk”, adalah salah satu sastrawan terkemuka Indonesia. Karya-karyanya banyak mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan, khususnya di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten mempromosikan budaya membaca dan menulis.
Dalam pertemuan tersebut, topik riset tentang RM Margono menjadi salah satu pembahasan utama. RM Margono diduga merupakan tokoh sejarah atau institusi yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas. Namun, detail mengenai riset tersebut belum diungkap secara publik. Kolaborasi antara UT Purwokerto dan UIN Jakarta menunjukkan adanya sinergi antarperguruan tinggi dalam penelitian sejarah dan budaya.
Selain itu, budaya literasi menjadi fokus diskusi. Ahmad Tohari dianggap memiliki pengalaman dan wawasan yang kaya tentang pentingnya literasi di masyarakat. Ia sering menyuarakan pentingnya membaca sebagai jendela dunia dan menulis sebagai sarana ekspresi.
Kunjungan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam bidang sejarah dan literasi. Dengan melibatkan sastrawan, diharapkan riset yang dilakukan tidak hanya akademis tetapi juga menyentuh aspek humanis.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pertemuan tersebut. Namun, langkah ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menjalin dialog dengan praktisi budaya. Semoga kerjasama ini dapat memperkaya kajian sejarah dan literasi di Indonesia.


