Pemerintah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, mendorong penguatan peran Karang Taruna di setiap desa agar organisasi kepemudaan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menghadirkan kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Dorongan ini mengemuka dalam pertemuan Karang Taruna tingkat Kecamatan Lumbir yang membahas pengembangan organisasi sesuai potensi wilayah.
Camat Lumbir, Mikesti, menegaskan bahwa kegiatan Karang Taruna perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan masing-masing desa. Kecamatan Lumbir memiliki konsep Kecamatan Berdaya yang mencakup empat bidang, yakni RPPA, bidang disabilitas dan lansia, bidang Taruna Karya, serta bidang Sport Center. Dari keempat bidang tersebut, Karang Taruna memiliki ruang kegiatan yang kuat terutama pada Taruna Karya dan Sport Center. Struktur organisasi yang berjenjang dari tingkat RT, RW, desa, hingga kecamatan menjadi dasar agar desa yang belum memiliki kepengurusan segera membentuknya.
“Karang Taruna memiliki peran penting di masyarakat. Kegiatan harus terus dikembangkan sesuai potensi desa masing-masing. Untuk desa yang belum memiliki Karang Taruna tingkat desa, segera dibentuk agar kegiatan kepemudaan dapat berjalan dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Mikesti dalam arahannya. Ia juga membuka ruang bagi Karang Taruna untuk memanfaatkan berbagai fasilitas di lingkungan kecamatan sebagai tempat kegiatan positif bagi generasi muda.
Salah satu bidang yang didorong adalah Taruna Karya, khususnya ketahanan pangan yang meliputi pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura, dan perikanan. Dalam bidang ini, Karang Taruna dapat berkolaborasi dengan penyuluh pertanian untuk mengembangkan kegiatan produktif sekaligus membuka peluang bagi generasi muda. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) siap memberikan pendampingan teknis serta membantu menghubungkan kelompok pemuda dengan program bantuan yang tersedia melalui mekanisme pengajuan yang sesuai. Dian Adha Sari, Penyuluh Pertanian sekaligus Koordinator BPP Lumbir, menyatakan bahwa untuk 10 desa di wilayah Kecamatan Lumbir pada tahun 2026 telah diajukan bantuan bibit kelapa genjah melalui Dinas Pertanian subbidang perkebunan atas nama Gapoktan se-Kecamatan Lumbir. “Apabila bantuan turun, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan petani muda Karang Taruna, dan untuk teknis budidayanya kami siap mendampingi,” katanya.
Ketua Karang Taruna Desa Besuki, Yosep, menilai penguatan kapasitas anggota juga menjadi kebutuhan penting sebelum mereka menjalankan peran di tengah masyarakat. “Perlu pembinaan dan pembekalan mental bagi anggota Karang Taruna agar siap terjun di masyarakat dan menjalankan peran penting dalam berbagai kegiatan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, bidang Sport Center juga menjadi ruang terbuka bagi aktivitas positif generasi muda. Fasilitas seperti jogging track, bulu tangkis, tenis meja, dan sepeda santai dapat dimanfaatkan masyarakat. Karang Taruna juga dipersilakan menggunakan pendopo kecamatan untuk kegiatan sosial dan pembinaan, seperti sunatan, latihan pencak silat, karate, serta kegiatan positif lainnya.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Lumbir, Mujiono, menyambut baik perhatian pemerintah kecamatan terhadap pengembangan organisasi kepemudaan. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan perlu disertai dukungan nyata agar Karang Taruna desa mampu menjalankan program secara optimal. “Peran kecamatan dalam pembinaan Karang Taruna desa dapat ditingkatkan dengan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk kegiatan Karang Taruna se-Kecamatan Lumbir,” tegas Mujiono.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, Karang Taruna, PPL, dan masyarakat dalam membangun generasi muda Lumbir yang aktif, produktif, mandiri, serta siap berperan di tengah masyarakat. Dengan adanya dukungan fasilitas dan program, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat desa.


