Sebanyak 18.504 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi di Jakarta. Kepolisian memastikan bahwa personel yang bertugas tidak dibekali senjata api dalam pengamanan tersebut.
Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung. Personel gabungan tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait yang disiagakan di berbagai titik strategis di ibu kota.
Pernyataan mengenai tidak adanya bekal senjata api disampaikan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari prosedur pengamanan aksi unjuk rasa. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik dan menciptakan suasana yang kondusif.
Aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap mematuhi aturan yang berlaku. Polisi mengimbau agar para peserta demo tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Dengan dikerahkannya personel dalam jumlah besar, diharapkan aksi dapat berlangsung aman dan lancar. Polisi juga berkoordinasi dengan penyelenggara aksi untuk memastikan jalannya demonstrasi sesuai dengan kesepakatan.
Selain itu, polisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif. Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen aparat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Polisi akan terus memantau situasi dan siap mengambil tindakan yang diperlukan demi keamanan bersama.


