Organisasi masyarakat sipil Pattiro mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul laporan sekitar 5.700 anak di provinsi tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya jumlah korban yang diduga terkait dengan distribusi makanan bergizi di berbagai daerah di Jawa Tengah.
MBG merupakan program nasional yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya di Jawa Tengah, muncul kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan pelajar. Data yang dihimpun Pattiro menunjukkan angka 5.700 anak terdampak, tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.
Pattiro menilai penetapan KLB penting dilakukan agar penanganan kesehatan korban dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Dengan status KLB, pemerintah daerah dapat mengerahkan sumber daya tambahan, termasuk tenaga medis dan logistik, serta mempermudah investigasi menyeluruh terhadap penyebab keracunan. Organisasi ini juga meminta Gubernur Luthfi untuk membentuk tim investigasi independen yang melibatkan dinas kesehatan, BPOM, dan pihak terkait lainnya.
Gubernur Luthfi sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut. Namun, sebelumnya Dinas Kesehatan Jawa Tengah telah melakukan penelusuran dan pengambilan sampel makanan untuk diuji laboratorium. Beberapa sekolah dilaporkan menghentikan sementara pembagian MBG hingga hasil investigasi keluar. Langkah ini diambil untuk mencegah bertambahnya korban.
Kasus keracunan MBG di Jawa Tengah ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut keselamatan anak-anak. Sejumlah orang tua mengaku khawatir dengan kualitas makanan yang diberikan, terutama setelah kejadian ini. Mereka berharap pemerintah serius menindaklanjuti dan memastikan program MBG tetap aman serta bermanfaat bagi anak.
Para ahli kesehatan masyarakat mengingatkan bahwa keracunan massal pada anak dapat berdampak serius jika tidak ditangani cepat. Dehidrasi akibat diare dan muntah bisa berujung pada komplikasi, terutama pada anak dengan kondisi kesehatan lemah. Oleh karena itu, penetapan KLB dinilai mendesak agar fasilitas kesehatan dapat memberikan perawatan optimal.
Pattiro berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendesak transparansi atas hasil investigasi. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan gejala serupa pada anak-anak mereka. Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Tengah diminta untuk memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


