BANYUMAS – Tuti Susanti, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri 2 Binangun di bawah naungan Korwilcam Dindik Banyumas, berhasil menjadi salah satu pemenang dalam program Partisipasi Semesta Pengembangan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan Pendidikan Kesetaraan. Karya inovatifnya bertajuk “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” mengantarkan namanya menembus panggung nasional, membuktikan bahwa kreativitas guru di daerah mampu bersaing dan menghasilkan karya pembelajaran yang diakui di tingkat pusat.
Pengumuman pemenang dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kemendikdasmen pada Kamis, 6 Agustus 2026, melalui situs resmi dan kanal media sosial Direktorat PNFI. Program ini diikuti oleh 994 karya dari berbagai daerah di Indonesia, namun hanya 135 karya terbaik yang ditetapkan sebagai pemenang. Proses seleksi berlangsung ketat melalui tahapan pendaftaran, kurasi, dan penilaian teknis, dengan tiga kategori yang dilombakan: Gim Edukasi, Konten Interaktif, dan Laboratorium Maya (Lab Maya).
“Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan serta mampu memantik semangat untuk terus berkarya,” ujar Tuti Susanti saat dikonfirmasi mengenai prestasi yang diraihnya. Ia berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai karya yang memperoleh penghargaan, melainkan memberikan manfaat lebih luas bagi pendidik dan peserta didik. Media pembelajaran yang diangkat berfokus pada persoalan lingkungan, khususnya sampah, dan bagaimana mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai melalui pemilahan serta pengolahan.
“Karya ini saya hadirkan sebagai media pembelajaran interaktif yang berfokus pada edukasi lingkungan hidup dan keterampilan praktis dalam memilah serta mengolah sampah, kemudian dikemas secara digital agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi peserta didik,” jelas Tuti. Kehadiran karakter “Pipo Robot Pintar” menjadi pendekatan kreatif untuk menjembatani materi pendidikan dengan dunia digital yang semakin dekat dengan generasi peserta didik saat ini.
Konten interaktif “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” kini telah dipublikasikan secara luas melalui platform Ruang Murid, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik di berbagai wilayah Indonesia. Publikasi ini membuka peluang agar gagasan yang lahir dari seorang guru di Banyumas dapat menjangkau ruang pembelajaran yang lebih luas dan menjadi sumber inspirasi bagi guru-guru lain dalam menciptakan media pembelajaran digital yang kontekstual, kreatif, dan bermanfaat.
“Saya berharap inovasi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, sekaligus menjadi pemantik bagi para pendidik untuk berani mengeksplorasi teknologi dan menciptakan karya-karya baru yang bermanfaat,” ungkap Tuti. Prestasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Banyumas, di tengah perubahan pola belajar yang semakin memanfaatkan teknologi. Dari Banyumas, sebuah robot bernama “Pipo” membawa pesan sederhana: sampah dapat dipilah, lingkungan dapat dijaga, pembelajaran dapat diinovasi, dan karya guru daerah pun mampu berbicara di panggung nasional.


