• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Portal Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
  • Beranda
  • Banyumas
  • Purwokerto
  • Cilacap
  • Banjarnegara
  • Kebumen
  • Jawa Tengah
No Result
View All Result
Portal Banyumas Raya
No Result
View All Result
Home Banyumas

SSC 2026 di Banyumas: Ratusan Pembina Pramuka Adu Keterampilan dan Belajar Bersama

by Renae Browning
Agustus 25, 2026
in Banyumas
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ratusan pembina Pramuka dari hampir seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Banyumas mengikuti Scouting Skill Competition (SSC) 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Kendalisada pada Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026. Mereka adalah pembina yang telah memiliki kompetensi melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Mahir Lanjutan (KML). Setiap Kwarran mengirimkan dua tim, masing-masing terdiri dari delapan pembina putra dan delapan pembina putri, sehingga suasana Kendalisada yang biasanya tenang berubah menjadi arena penuh semangat dan antusiasme.

Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga momentum untuk menguji keterampilan, kreativitas, dan pengalaman para pembina setelah mengikuti berbagai pelatihan kepramukaan. Pertemuan ini sekaligus mempertemukan anggota dewasa Gerakan Pramuka dalam suasana persaudaraan, di mana mereka dapat saling melihat kemampuan dari wilayah lain. SSC menjadi tindak lanjut dari proses pembinaan dan pelatihan Kursus Mahir yang telah diikuti di Kwarcab Banyumas, sehingga menjadi ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan secara kreatif dan efektif dalam praktik kepramukaan.

Waka Binawasa Kwarcab Banyumas, Kak Sarno, yang membuka kegiatan menegaskan bahwa SSC tidak hanya dimaknai sebagai ajang mengejar kemenangan. Menurutnya, kegiatan ini memiliki fungsi lebih luas sebagai ruang pembelajaran bagi para pembina. “SSC tidak hanya berkompetisi, tapi sebagai ajang belajar para pembina untuk unjuk bakat, bertukar pikiran yang dapat diimplementasikan ke pangkalannya masing-masing,” ungkap Kak Sarno. Pesan ini menempatkan SSC sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas anggota dewasa, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat dibawa kembali ke gugus depan untuk memperkaya metode pembinaan.

Semangat belajar menjadi warna utama dalam SSC 2026. Para pembina saling mengamati, berdiskusi, dan mengevaluasi kemampuan masing-masing. Pengalaman dari satu pangkalan dapat menjadi inspirasi bagi pangkalan lain, sementara kreativitas yang ditampilkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik. Pola ini menciptakan pertukaran pengetahuan antarpembina, yang penting karena pembina memiliki peran langsung dalam membentuk karakter generasi muda. Semakin kaya pengalaman pembina, semakin besar peluang terciptanya kegiatan kepramukaan yang menarik, edukatif, dan relevan.

Salah seorang panitia, Kak Joko, menekankan pentingnya menjadikan hasil kompetisi sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, keberhasilan maupun kegagalan harus diterima sebagai proses peningkatan kemampuan. “Jika gagal itu sudah sesuai amal perbuatan, maka harus banyak belajar lagi. Namun, jika menjadi juara berarti memang berkompeten, tangguh, dan berkarakter,” kata Kak Joko. Pernyataan ini menegaskan bahwa SSC bukan sekadar menentukan pemenang, tetapi bagaimana setiap peserta mengambil pelajaran dari seluruh proses yang dijalani.

Ratusan pembina yang hadir membawa misi lebih besar daripada sekadar penghargaan. Mereka diharapkan memanfaatkan SSC untuk menambah kemampuan dan keterampilan kepramukaan yang dapat diterapkan di pangkalan masing-masing. Pengetahuan dari interaksi dan kompetisi menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi dalam pembinaan peserta didik. Hal ini memperkuat semangat bahwa pendidikan kepramukaan membutuhkan pembina yang terus belajar, terbuka terhadap pengalaman baru, dan mampu menyesuaikan metode dengan kebutuhan generasi muda. Dengan kompetensi yang baik, pembina dapat memberikan pendampingan berkualitas serta menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan karakter positif.

Pada akhirnya, SSC 2026 di Kendalisada menjadi lebih dari sekadar perhelatan kompetisi antarpembina. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya pengalaman, keterampilan, kreativitas, dan semangat pengabdian anggota dewasa Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas. Dari arena kompetisi inilah diharapkan lahir pembina-pembina yang semakin kompeten, tangguh, kreatif, dan berkarakter untuk membawa energi positif ke gugus depan masing-masing. Semangat berkompetisi berjalan beriringan dengan semangat belajar dan berbagi, sebab kemenangan sejati bukan hanya saat menjadi juara, melainkan ketika kompetensi yang dimiliki mampu memberi manfaat bagi peserta didik.

Renae Browning

Renae Browning

Recommended

Pramuka SDN 4 Lumbir Raih Dua Penghargaan di Jambore Ranting 2026

1 bulan ago

Lintasan Lari GOR Satria Purwokerto Masih Tanah, Belum Diganti Sejak Orde Baru

4 minggu ago

Popular News

    Connect with us

    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Privacy Policy

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Banyumas
    • Purwokerto
    • Cilacap
    • Banjarnegara
    • Kebumen
    • Jawa Tengah

    © 2026 Portal Banyumas Raya. All rights reserved.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In